pondok pesantren

pondok pesantren

  • WpView
    Reads 727
  • WpVote
    Votes 59
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Feb 7, 2026
Cerita ini tentang seorang remaja laki-laki bernama Affan Faisal (Isal) yang memiliki reputasi buruk sebagai murid nakal di sekolah lamanya. Dia sering terlibat masalah, seperti merokok, vaping, dan tawuran, sehingga dikeluarkan dari dua sekolah sebelumnya. SMP Harapan Bangsa adalah sekolah ketiganya, dan dia hampir dikeluarkan lagi karena kelakuannya. Gus Alvin, yang awalnya terlihat dingin dan menakutkan, ternyata sangat sabar dan peduli dengan Isal. Dia membantu Isal untuk berubah dan meninggalkan kebiasaan buruknya. Isal mulai belajar mengaji dan mengikuti aturan pondok, meskipun awalnya dia sangat menentang. Gus Alvin yang sedikit memiliki rasa kepada Isal, dan Isal pun merasa seperti itu. kepo baca aja AYO YO YO
Public Domain
#85
affanfaisal
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • JEEVANA
  • I Want to Live [END]
  • KUASA DUNIAWI(Transmigrasi BL)
  • Love at Time's Brink [PROSES TERBIT]✔️
  • The King & The Doctor
  • [BL Transmigrasi] Male Concubine
  • Secretary Or Mommy? || HIATUS
  • Second
  • Given || Ju Jihoon
  • NIGHT NOISES || Romance Horror [SEGERA TERBIT]
JEEVANA

"Gue terpaksa nikah sama lo, demi bayi yang ada di perut lo." Kata-kata itu jatuh seperti pisau yang menancap tepat di hati Kiana Alisha. Pernikahan yang seharusnya menjadi momen bahagia, kini hanya terasa seperti hukuman. Ia tidak diinginkan. Bukan sebagai istri, bukan sebagai seseorang yang layak dicintai. Pria di hadapannya, sosok yang dingin dan kasar, menikahinya bukan karena cinta-hanya karena tanggung jawab, Tatapan matanya tajam, seolah berkata bahwa semua ini hanya sementara. Bahwa setelah bayi itu lahir, segalanya akan berakhir semuanya. Namun, takdir selalu punya cara untuk mempermainkan hati manusia. Dalam kebencian, mungkin terselip perasaan yang tak terduga?

More details
WpActionLinkContent Guidelines