The Wounded Little Flower

The Wounded Little Flower

  • WpView
    Reads 327
  • WpVote
    Votes 140
  • WpPart
    Parts 22
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Apr 6, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Setelah Jake bercerita tentang Edward, aku merasa seolah ditarik mundur-bukan ke masa kini, melainkan ke diriku yang lama. Ke masa SMA. Entah kenapa, aku memilih masa itu sebagai tempat pelarian, seakan di sanalah aku bisa memahami apa yang kini dialami Edward. Mungkin karena aku iba pada diriku yang dulu. Atau mungkin karena luka itu tidak pernah benar-benar sembuh. Yang aku tahu, menjadi kuat dan terlihat ceria adalah satu-satunya cara bertahan yang kupelajari sejak kecil. Bukan karena aku baik-baik saja, melainkan karena dunia tidak pernah memberi ruang bagi orang yang rapuh terlalu lama. Saat aku mulai berdamai dengan masa lalu-dengan diriku yang pernah hancur pelan-pelan di bangku SMA-satu per satu rahasia Ocean Flower Senior High School justru mulai terkuak. Hilangnya seseorang. Bisik-bisik yang tak pernah dibicarakan terang-terangan. Dan luka-luka lama yang ternyata tidak hanya milikku. Aku mengira aku kembali untuk menyembuhkan diri. Nyatanya, aku kembali untuk menghadapi sesuatu yang sejak awal ingin tetap terkubur. Karena tidak semua bunga layu karena waktu. Beberapa terluka-dan dibiarkan.
All Rights Reserved
#438
batin
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Time
  • Blueprint Pelarian Villain [END]
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • Tsundere Maniak Susu
  • I'm Not Just a Figuran
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • GHAIKA (REVISI)
  • Transmigrasi Ziora
  • GRAVARENZO
The Time

Tiga tahun Jeselyn Ananta menghabiskan waktunya mengejar bayang-bayang tunangan nya, Leon Gamalio. Baginya, Leon adalah segalanya. Namun, malam itu mengubah segalanya. Hantaman keras sebuah truk di persimpangan jalan gelap membuat nya berada di ambang maut, dalam koma yang panjang, jiwa Jeselyn melayang masuk ke sebuah masa depan yang tak pernah ia bayangkan. Ia melihat dirinya sendiri dalam versi yang lebih dewasa, lebih rapuh, dan hancur di tengah kemewahan sebuah rumah megah. "Mau ke mana lagi?" tanya Jeselyn masa depan dengan suara serak akibat tangis. "Menemani wanita yang sedang mengandung anakku," jawab Leon dingin, tanpa sedikit pun menoleh. Kenyataan pahit itu menghujam jantung Jeselyn. Pernikahan yang ia impikan ternyata hanyalah penjara tanpa cinta.

More details
WpActionLinkContent Guidelines