Story cover for Reizz Noah  by drxgnxde
Reizz Noah
  • WpView
    Reads 84
  • WpVote
    Votes 21
  • WpPart
    Parts 5
  • WpView
    Reads 84
  • WpVote
    Votes 21
  • WpPart
    Parts 5
Ongoing, First published Feb 07
Mature
4 new parts
Reizz Noah Valtorian

Sebaris nama tokoh fiksi yang sangat Elowen Zhae benci. Sebagai penikmat buku dan film thriller, Owen menganggap Reizz sebagai tokoh fiksi paling gila dan tidak masuk akal yang pernah dia baca. Owen sudah mengutuk si penulis, bahkan dirinya sempat menyesali membaca buku itu hingga terbayang sampai akhir hayatnya.

"Diagnosa Dokter bilang kalau umur gue tinggal menghitung hari, tapi bodohnya gue menghabiskan sisa nafas gue ini dengan baca buku yang karakter utamanya sampah. Dari prolog sampai ending, isinya sampah. Reizz Noah Valtorian? Tokoh utama macam apa yang tega jadiin mayat buat pajangan di ruang tamu. Penulisnya enggak beres, nyawit keknya ini orang."

Elowen Zhae menukas. Dirinya tidak tahu, bahwa dunianya nanti akan berbeda. Seperti buku receh mengenai transmigrasi yang sering dia baca, Owen tidak tahu jika nanti dirinya akan hidup sebagai karakter fiksi.

"Bahkan sekalinya bisa hidup lagi, gue lebih milih reinkarnasi jadi babi daripada hidup di raga ini."
All Rights Reserved
Sign up to add Reizz Noah to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 7
President's Wife cover
The Truth in the Dark cover
ELORA: AWAN HITAM cover
REDRUM [TERBIT]  cover
WHISPERS IN THE DARK cover
The Silent Duchess | MarkHyuck cover
Eternal Secrets (revisi) cover

President's Wife

26 parts Ongoing

Dewandra telah memantapkan hati untuk tidak pernah menikah. Selama 25 tahun, ia mengabdikan hidup sebagai tentara setia demi melindungi negara. Hingga di usia 41 tahun, ia diangkat menjadi pemimpin tertinggi-menyandang status RI 1. Dua tahun menjabat pasca-lengsernya sang ayah yang merupakan Presiden ke-8, Dewandra tetap tak sedikit pun terusik oleh bayangan pernikahan. Namun, takdir rupanya punya rencana lain. Pada perayaan Kemerdekaan RI, 17 Agustus 2025, matanya tak sengaja menangkap sosok gadis berkebaya putih dengan kain batik merah. Rambutnya tergerai indah, dihiasi senyum manis yang menawan. Meski hanya tatapan sekilas, wajah itu seolah tertanam permanen dalam ingatannya. Gadis itu adalah Natasha Aira Van-dijk Chandramukhti-putri tunggal dari salah satu menteri di kabinetnya sendiri.