Lukisan Darah Dan Pelangi [End]
Arga Wijaya (28) adalah CEO pendiri Aksara Mahkota, perusahaan investasi dan properti terbesar di Asia Tenggara. Yatim piatu sejak tujuh tahun, ia tumbuh tanpa kasih sayang dan berkembang menjadi seorang fungsional yang hanya bisa merasakan "hidup" melalui kepemilikan dan darah.
Dio Pratama (20) adalah kebalikannya: anak bungsu dari keluarga harmonis, mahasiswa seni yang ceria, polos, dan penuh cahaya. Saat mata Arga jatuh pada lukisan Dio di sebuah galeri, obsesi buta lahir. Arga tidak ingin sekadar memiliki Dio-ia ingin merenggutnya dari dunianya, menghancurkannya, lalu membangunnya kembali sebagai boneka abadi. Namun di tengah kekerasan, darah, dan kegilaan, tumbuh benih cinta yang tak terduga.
Ini adalah perjalanan gelap menuju terang, diakhiri dengan pernikahan dan keluarga kecil yang harmonis. Kisah tentang bagaimana kegilaan bisa berubah menjadi pengabdian, dan bagaimana cinta bisa lahir dari luka.