"Cinta itu bukan tentang siapa yang paling cepat sampai di pelaminan, tapi tentang siapa yang paling kuat menopang saat dunia mulai runtuh."
Dani tahu betul rasanya mengubur mimpi. Ambisinya menjadi arsitek ternama harus ia simpan rapat-rapat di balik nota material dan tumpukan beban untuk menghidupi keempat adiknya. Baginya, menjadi "tumpuan" adalah satu-satunya profesi yang tersisa. Satu-satunya cahaya di hidupnya hanyalah Mita, kekasihnya yang sedang mengejar gelar Master Hukum di Den Haag, Belanda.
Mereka percaya jarak 11.000 kilometer hanyalah angka, selama layar Skype masih menyala.
Namun, badai datang tanpa permisi. Saat beasiswa Mita terputus dan sponsornya bangkrut, Mita terpaksa terjun ke dunia keras bertahan hidup di negeri orang. Dari mencuci piring hingga terjebak dalam hiruk-pikuk menjadi Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) yang menguras habis waktunya.
Kini, bukan hanya zona waktu yang memisahkan mereka. Rasa lelah yang menumpuk, pesan yang tak terbalas, dan kecurigaan yang mulai tumbuh perlahan mengikis pondasi hubungan mereka. Di saat Dani berjuang melawan keterbatasan ekonomi di Jakarta, dan Mita berjuang demi martabat di Den Haag, apakah cinta mereka masih memiliki "arsitektur" yang cukup kuat untuk tetap tegak?
Atau mungkinkah jarak benar-benar sanggup mengubah segalanya menjadi asing?...
Terinspirasi dari Kisah Nyata, jika ada kesamaan nama dan situasi maupun lokasi itu hanyalah kebetulan saja, Temani selagi membaca cerita ini dengan playlist di spotify yang dapat diakses pada link ini : https://open.spotify.com/playlist/4Qv0J7bxOufur7UrsUTVsL?si=74Rrkl35QV2U4FteH624zA&pi=sG7OoDdRSemIS
Tous Droits Réservés