Cintaku Mentok di Bulu Serigala
21 bab Bersambung Namaku Jennie Kim. Aku cantik, aku mahal, dan ya-aku punya selera darah yang sangat spesifik. Hidup sebagai vampir selama ratusan tahun seharusnya membuatku tenang, tapi semuanya hancur sejak aku jatuh cinta pada Kim Jisoo.
Masalahnya bukan karena dia seorang Werewolf (serigala bau matahari yang kerjanya cuma bikin kotor karpet apartemenku), tapi karena dia adalah makhluk paling keras kepala yang pernah ada. Hubungan kami adalah definisi dari "benci tapi cinta." Kami bisa berciuman dengan panas di satu detik, lalu saling mencakar di detik berikutnya hanya karena masalah sepele-seperti siapa yang menghabiskan stok daging di kulkas atau kenapa dia selalu meninggalkan bulu serigalanya di sofa velvet kesayanganku.
Konflik Utama
Debat kami malam ini sudah mencapai puncaknya. Suara teriakan kami bergema di seluruh mansion, membuat Irene dan Seulgi-pasangan paling waras di lingkaran kami-akhirnya kehilangan kesabaran.
Irene: "Cukup! Telingaku mau pecah. Kalau kalian tidak bisa berhenti bertengkar, mending putus saja!"
Seulgi: "Irene benar. Jennie, kau pacaran saja sama Lisa. Dia vampir juga, kalian serasi, dan dia tidak akan menggigitmu dengan taring serigala. Dan Jisoo, kau sama Rosé saja, dia serigala yang manis, tidak emosian seperti Jennie"
Aku menatap Jisoo dengan mata merah menyala saat dia mengangkat bahu dan berkata, "Boleh juga ide Irene." Rasanya aku ingin merobek lehernya saat itu juga. Dia pikir dia bisa berpaling ke serigala pirang itu setelah semua yang kami lalui? Setelah semua tanda kepemilikan yang aku tinggalkan di tubuhnya?
Aku tidak peduli seberapa sering kami bertengkar sampai hampir merobohkan gedung. Aku tidak butuh Lisa yang tenang atau siapapun. Aku hanya butuh Jisoo-si serigala menyebalkan yang tahu persis bagaimana cara menjinakkan insting vampirku di tempat tidur, meskipun di luar itu kami seperti kucing dan anjing.