Jodoh dan Takdir
Aku berusaha sekuat dan semampuku, pergi jauh meninggalkan rumah, berkerja keras, menahan rindu yang seringkali membuat sesak, hanya untuk memastikan sirkulasi keuangan keluarga tetap berjalan lancar.
Aku menunggu sambil terus berusaha untuk mengejar cita-cita yang dulu pernah kuceritakan padamu, namun dikehidupan yang hanya sekali ini ternyata aku tidak bisa bersanding denganmu, karena kabar akadmu dengan wanita lain lebih dulu aku aku dengar disaat aku belum selesai dengan diriku sendiri.
"Mungkin di kehidupan yang hanya satu kali ini aku gak dapet kesempatan untuk menikah, Ra. Aku gak mau membebani pasanganku dengan aku yang kurang baik ini."
(Anindya Pramesthi Wulandari)
Aku gak tahu caraku mencintaimu sama atau tidak dengan cinta yang kamu inginkan, namun percayalah dalam setiap rencanaku ada kamu disana, juga dalam bait-bait panjang doaku ada namamu didalamnya.
(Arga Rajif Naratama)
Aku kehilanganmu Nindya, kamu yang kulepas adalah orang yang ingin aku ajak segalanya, entah kapan aku menemukan kata sembuh, karena kamu adalah wujud rindu yang selamanya akan aku rahasiakan.
(Bathara Khalif Wirasetya)