Every Timeline, Still You

Every Timeline, Still You

  • WpView
    reads 130
  • WpVote
    Stemmen 8
  • WpPart
    Delen 4
WpMetadataReadLopende
WpMetadataNoticeLaatst gepubliceerd woe, feb. 25, 2026
Fred Weasley selalu tertawa, bahkan saat dunia sedang runtuh. Penelope jatuh cinta pada tawa itu-pada lelucon-lelucon bodoh di lorong Hogwarts, pada ciuman cepat sebelum kabur dari Filch, pada caranya menghadapi perang seperti hidup adalah sesuatu yang harus dinikmati, bukan ditakuti. Ia tidak pernah menyangka bahwa tawa itu akan berhenti di Battle of Hogwarts. Ketika dunia memilih untuk terus berjalan tanpa Fred, Penelope menolak menerima akhir tersebut. Sebuah jam saku yang rusak, sebuah keputusan nekat, dan satu keinginan yang terlalu berbahaya mengubah segalanya. Ini bukan kisah tentang mengubah takdir dengan mudah. Ini tentang cinta yang terlalu muda, tawa yang terlalu hidup, dan harga yang harus dibayar setiap kali waktu dipaksa berputar kembali. Karena menyelamatkan seseorang tidak selalu berarti bisa memilikinya. Dan terkadang, akhir paling kejam adalah yang berhasil mengubah segalanya-kecuali perasaan.
Alle rechten voorbehouden
#232
hogwarts
WpChevronRight
Word lid van de grootste verhalengemeenschapOntvang persoonlijke verhaal aanbevelingen, sla je favorieten op in je bibliotheek en geef commentaar en stem om je gemeenschap te laten groeien.
Illustration

Je bent misschien ook geïnteresseerd in

  • JEEVANA
  • I Want to Live [END]
  • Love at Time's Brink [PROSES TERBIT]✔️
  • The King & The Doctor
  • Given || Ju Jihoon
  • NIGHT NOISES || Romance Horror [SEGERA TERBIT]
  • Second
  • KUASA DUNIAWI(Transmigrasi BL)
  • [BL Transmigrasi] Male Concubine
  • Secretary Or Mommy? || HIATUS
JEEVANA

"Gue terpaksa nikah sama lo, demi bayi yang ada di perut lo." Kata-kata itu jatuh seperti pisau yang menancap tepat di hati Kiana Alisha. Pernikahan yang seharusnya menjadi momen bahagia, kini hanya terasa seperti hukuman. Ia tidak diinginkan. Bukan sebagai istri, bukan sebagai seseorang yang layak dicintai. Pria di hadapannya, sosok yang dingin dan kasar, menikahinya bukan karena cinta-hanya karena tanggung jawab, Tatapan matanya tajam, seolah berkata bahwa semua ini hanya sementara. Bahwa setelah bayi itu lahir, segalanya akan berakhir semuanya. Namun, takdir selalu punya cara untuk mempermainkan hati manusia. Dalam kebencian, mungkin terselip perasaan yang tak terduga?

Meer details
WpActionLinkInhoudsrichtlijnen