Every Timeline, Still You

Every Timeline, Still You

  • WpView
    Reads 151
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Feb 25, 2026
WpInfo
Fanfic
Wizarding World: Harry Potter
Fred Weasley selalu tertawa, bahkan saat dunia sedang runtuh. Penelope jatuh cinta pada tawa itu-pada lelucon-lelucon bodoh di lorong Hogwarts, pada ciuman cepat sebelum kabur dari Filch, pada caranya menghadapi perang seperti hidup adalah sesuatu yang harus dinikmati, bukan ditakuti. Ia tidak pernah menyangka bahwa tawa itu akan berhenti di Battle of Hogwarts. Ketika dunia memilih untuk terus berjalan tanpa Fred, Penelope menolak menerima akhir tersebut. Sebuah jam saku yang rusak, sebuah keputusan nekat, dan satu keinginan yang terlalu berbahaya mengubah segalanya. Ini bukan kisah tentang mengubah takdir dengan mudah. Ini tentang cinta yang terlalu muda, tawa yang terlalu hidup, dan harga yang harus dibayar setiap kali waktu dipaksa berputar kembali. Karena menyelamatkan seseorang tidak selalu berarti bisa memilikinya. Dan terkadang, akhir paling kejam adalah yang berhasil mengubah segalanya-kecuali perasaan.
All Rights Reserved
#86
fredweasley
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The King & The Doctor ✓
  • Second
  • Love at Time's Brink [PROSES TERBIT]✔️
  • JEEVANA
  • Secretary Or Mommy? || HIATUS
  • Given || Ju Jihoon
  • NIGHT NOISES || 🌴🦌 [END]
  • KUASA DUNIAWI(Transmigrasi BL)
  • I Want to Live [END]
  • [BL Transmigrasi] Male Concubine [✓]

Aresh-seorang Dokter dari zaman Modern tiba-tiba terlempar ke sebuah negeri kuno yang masih ketinggalan zaman. Ia siap untuk mengacak-acak kerajaan mereka dengan kejeniusan, dan ilmu pengetahuannya yang sudah modern. Awalnya Aresh memutuskan untuk membantu mereka dengan menjadi pelayan istana, tapi ... ketika ia teringat bahwa dirinya itu cukup di hargai di tempat asalnya, dia berubah pikiran. "Bersumpahlah kau akan menjadi pelayanku yang setia!" -Raja Shaka "Pelayan? Bodoh ... aku juga ingin menjadi seorang raja." -Aresh

More details
WpActionLinkContent Guidelines