AYOO, JANGAN LUPA MAMPIR!!!🤗🤗
Tentang dua pintu kelas yang saling berhadapan, dipisahkan lorong yang ramai, namun menyimpan sunyi di antaranya. Tentang seorang anak kelas sebelas yang belajar mengagumi tanpa mendekat, dan kakak kelas dua belas yang hadir tanpa pernah tahu ia dinanti.
Tidak ada sapaan. Tidak ada cerita "kita".
Hanya tatapan singkat, senyum yang tak pasti, dan perasaan yang tumbuh diam-diam hingga akhirnya harus belajar pergi sendiri.
Ini bukan kisah cinta yang diperjuangkan, melainkan kisah tentang menahan, merelakan, dan menerima bahwa tidak semua rasa ditakdirkan untuk dimiliki.
Karena ada orang-orang yang hadir hanya untuk dikenang, cukup dekat untuk dilihat, cukup jauh untuk digenggam, dan cukup berarti untuk mengajarkan arti mengikhlaskan.
Todos os Direitos Reservados