We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Ready If You Want (21+)

Ready If You Want (21+)

  • WpView
    Reads 2,578
  • WpVote
    Votes 23
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jun 1, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Rosmalina tumbuh dengan nama yang diberikan penuh doa. Tapi di hidup yang ia sembunyikan, ia memilih menjadi Rossy Magdalena-perempuan yang tahu kapan harus datang, dan lebih tahu kapan harus pergi. Ia mencintai Malik Arta Mahendra, lelaki berdarah Minang yang hidupnya rapi oleh adat, keluarga, dan pernikahan yang tak memberinya ruang untuk lembut. Di dunia Malik, cinta adalah tanggung jawab. Di sisi Rossy, ia menjadi sesuatu yang boleh lelah, meski hanya sebentar. Rossy tidak pernah meminta untuk dipilih. Ia hanya tinggal, selalu siap, jika suatu hari Malik menginginkannya. Ini bukan kisah tentang perebutan, apalagi kemenangan. Ini cerita tentang perempuan yang mencintai dengan sadar, lelaki yang tak pernah benar-benar memilih, dan hubungan yang hidup di antara diam, pulang, dan panggilan yang tak pernah boleh didengar orang lain-Mas Malik. ⚠️ Trigger Warning Cerita ini mengandung: • Hubungan terlarang / perselingkuhan • Pernikahan tanpa cinta • Ketimpangan emosional • Inner monologue dewasa • Bahasa dan situasi yang mungkin tidak nyaman bagi sebagian pembaca Disarankan untuk pembaca 18+. Baca dengan kesadaran penuh.
All Rights Reserved
#17
maturestory
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Kembang Desa
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Salah Status
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Nakula
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Prahara Lamaran [END]

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines