Another Sleeping Beauty

Another Sleeping Beauty

  • WpView
    Reads 768
  • WpVote
    Votes 57
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jun 30, 2015
"Karna airmata bukanlah satu-satunya lambang dari kesedihan dan rasa sakit" - Im Meari Gadis yang bahkan tidak tahu bagaimana caranya untuk menangis saat sedih, ia jatuh cinta. Bukan dengan seorang pangeran berkuda putih atau seorang panglima perang yang mahir memainkan pedang, melainkan dengan orang terdekatnya, sahabatnya, bahkan yang ia sebut sebagai dunianya, Kang Maru. Walaupun Kang Maru secara terang-terangan menunjukan rasa sukanya pada gadis lain di depan meari, perasaanya tidak pernah hilang,tidak bisa. Namun justru dibalik kerumitan cerita cinta segitiga meari,ada seseorang yang diam-diam mulai jatuh untuknya karena melihat kelemahannya. lalu... siapa yang akan dipilih meari?
All Rights Reserved
#725
yoona
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Mean of Love [ML]
  • MAIRA
  • Let Me Love You Longer
  • Cheeky Love ( COMPLETE )
  • Let the Love Flow (Yesung Fanfiction)
  • MELANCHOLY [TAMAT]
  • BET on LOVE (Jangkku)
  • 𝑨𝑹𝑨𝑲𝑯𝑨 [TERBIT]
  • Seventeen Years Old
  • HESA 1975 | Lee Heeseung ✓

Fanfiction - Kim Ji Hwon ATTENTION! INI MERUPAKAN CERITA FIKTIF YANG TOKOH UTAMANYA AGAK ANTAGONIS KARENA TERILHAMI DARI TOKOH YOO RACHEL DALAM SERIAL DRAKOR "THE HEIRS" JIKA TERDAPAT ALUR YANG MIRIP MIRIP MOHON MAKLUM! KARENA MEMANG DISENGAJA! [WARNING!!! BUKAN PLAGIATISME] Saat cinta bertahta. Tak ada air mata. Meski nampak kau tengah memeluk dia tepat di manik mata. Tak ada air mata. Meski terdengar nyaring bahwa kau mencintainya. Dan tak ada air mata. ketika kau lebih memilih dia dibanding aku. Dari hari ke hari. Hanya sebatas memandang tanpa bisa mendekat. Karena hanya dia yang kau ijinkan berada disisimu. Bergelayut mesra dilenganmu. Bersandar nyaman di bahumu. Sekali lagi tak ada air mata untuk itu. Karena bibir ini kupaksa untuk terus melengkung. Walaupun dengan sadar kutahu aku telah hancur. KIM YOO RA

More details
WpActionLinkContent Guidelines