TUJUH BELAS: Antara Senja dan Perasaan

TUJUH BELAS: Antara Senja dan Perasaan

  • WpView
    Reads 8
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Mar 27, 2026
Di usia tujuh belas, hidup terasa seperti senja-indah, hangat namun perlahan berjalan menuju perubahan. Diantara tugas sekolah, tawa teman, dan mimpi-mimpi tentang masa depan, tumbuhlah sebuah perasaan yang datang tanpa direncanakan. Bukan sesuatu yang gaduh, melainkan lembut dan diam-diam mengisi hari-hari dengan makna baru. Pertemuan yang sederhana berubah menjadi kebiasaan yang dirindukan. Tatapan yang singkat namun hangat menjelma degup yang tak bisa diabaikan. Bersama, mereka belajar bahwa jatuh cinta di usia tujuh belas bukan hanya tentang memiliki, tetapi tentang tumbuh, memahami, dan menghargai setiap momen sebelum waktu membawa mereka ke arah yang berbeda. Sebab diantara senja dan perasaan, ada kisah kecil yang selalu tinggal sebagai kenangan paling hangat tentang pertama kalinya hati menemukan rumah-bukan pada tempat, melainkan pada seseorang yang datang dengan tenang, lalu tanpa disadari mengubah segala yang biasa menjadi berarti. with love, lynn
All Rights Reserved
#422
ketos
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • TUNANGAN ANTAGONIST GILA
  • Bodyguard Salah Alur
  • Tsundere Maniak Susu
  • Halo Gus!!
  • After the Fall
  • ENVELOVE
  • The Lost Cael (Selesai)
  • Sialan, Ko Jadi Gini?! [END]
  • PERIHELION
  • MUKTI AGUNG

Mati konyol ditabrak truk adalah satu hal, tapi terbangun sebagai tunangan seorang psikopat kaya raya adalah hal lain. Glacey terjebak dalam tubuh gadis yang ditakdirkan mati di tangan tunangannya sendiri, Elang. Masalahnya, Elang bukan sekadar tampan, dia adalah antagonis red flag berjalan yang terobsesi setengah mati pada si protagonis suci, Aurora. Saat Elang mengamuk dan menghancurkan apartemen karena cinta tak berbalas, Glacey tidak menangis ketakutan. Baginya, setiap vas bunga yang pecah adalah peluang emas. "Elang, kalau uangmu jadi beban untuk mendapatkan cinta Aurora yang sederhana, buang saja padaku. Aku rela menderita demi kekayaanmu!" Di antara ancaman pembunuhan yang mendebarkan dan momen kemesraan Elang-Aurora yang membuatnya mual, Glacey sibuk menguras brankas, mengoleksi Rolex, dan mengisi Black Card. Rencananya sederhana: Kumpulkan uang sebanyak mungkin, lalu kabur sebelum plot kematian menjemputnya. Namun, mampukah Glacey tetap menjadi "bayangan" saat Elang mulai curiga kenapa tunangannya jauh lebih mencintai emas batangan daripada nyawanya sendiri?

More details
WpActionLinkContent Guidelines