Aku Memilih Tenang

Aku Memilih Tenang

  • WpView
    Reads 35
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Feb 11, 2026
Tidak semua yang datang membawa ketenangan. Dan tidak semua yang pergi berarti kehilangan. Naira adalah perempuan yang terbiasa kuat menopang hidupnya sendiri sejak muda, berjalan tanpa banyak bergantung. Ketika Rayyan hadir dengan luka, ketakutan, dan harapan yang belum selesai, Naira memilih mendengar. Dari empati, tumbuh keterikatan. Dari kasihan, lahir beban yang perlahan mengikis ketenangan. Di antara percakapan yang tak berujung, rasa bersalah yang menggantung, dan iman yang mulai diuji, Naira dihadapkan pada satu pilihan paling sunyi: bertahan dengan mengorbankan diri, atau pergi demi menjaga hati. Perjalanan ini bukan tentang cinta yang gagal, melainkan tentang keberanian menetapkan batas. Tentang perempuan yang belajar bahwa memperbaiki diri tidak selalu berarti berjalan beriringan kadang justru harus berjarak. Dan bahwa jalan yang halal selalu dimulai dari ketenangan, bukan keterpaksaan. Aku Memilih Tenang adalah kisah reflektif tentang iman, kedewasaan emosional, dan keberanian melepaskan sesuatu yang tidak lagi menumbuhkan demi menemukan diri yang utuh bersama Allah.
All Rights Reserved
#189
tenang
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Time
  • EVANESCENT
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • GRAVARENZO
  • Blueprint Pelarian Villain
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • I'm Not Just a Figuran
  • GHAIKA (REVISI)
  • Tsundere Maniak Susu
  • Transmigrasi Ziora
The Time

Tiga tahun Jeselyn Ananta menghabiskan waktunya mengejar bayang-bayang tunangan nya, Leon Gamalio. Baginya, Leon adalah segalanya. Namun, malam itu mengubah segalanya. Hantaman keras sebuah truk di persimpangan jalan gelap membuat nya berada di ambang maut, dalam koma yang panjang, jiwa Jeselyn melayang masuk ke sebuah masa depan yang tak pernah ia bayangkan. Ia melihat dirinya sendiri dalam versi yang lebih dewasa, lebih rapuh, dan hancur di tengah kemewahan sebuah rumah megah. "Mau ke mana lagi?" tanya Jeselyn masa depan dengan suara serak akibat tangis. "Menemani wanita yang sedang mengandung anakku," jawab Leon dingin, tanpa sedikit pun menoleh. Kenyataan pahit itu menghujam jantung Jeselyn. Pernikahan yang ia impikan ternyata hanyalah penjara tanpa cinta.

More details
WpActionLinkContent Guidelines