Diantara Darah dan Takdir
70 parts Ongoing 22 tahun lalu, Adiguna Hospital diguncang oleh sebuah kehilangan yang tak pernah terjawab.
Seorang bayi laki-laki-putra bungsu dr. Pradipta dan dr. Aruna -menghilang dua hari setelah dilahirkan. Tidak ada tanda kekerasan. Tidak ada jejak. Catatan medis seolah terhapus. Bayi itu lenyap, seakan tak pernah ada.
Sejak hari itu, kehidupan keluarga Pradipta tetap berjalan, namun tak pernah benar-benar utuh.
dr. Pradipta menenggelamkan dirinya dalam dunia bedah, menjadi dokter legendaris yang dikenal dingin dan nyaris tak pernah gagal. dr. Aruna menjalani hari-harinya sebagai dokter penyakit dalam dengan senyum lembut, menyimpan duka yang hanya muncul di tengah malam. Dua putri mereka-Shandira dan Grace-tumbuh dalam limpahan cinta, tanpa pernah tahu bahwa mereka pernah memiliki seorang adik laki-laki.
Di belahan dunia lain, seorang remaja bernama Zeandra Galaxy Nalendra tumbuh di lingkungan yang sama sekali berbeda.
Ia dibesarkan dalam keluarga Benitez-keluarga mafia internasional yang berpusat di Singapura. Namun Zeandra tidak hidup dalam kekerasan. Ia diasuh oleh Nalendra Benitez dan istrinya, Imelda Baskara, pasangan tanpa anak yang merawat Zeandra dan kakaknya, Gitan, dengan kasih sayang yang tulus.
Meski tumbuh di lingkungan mafia, Zeandra dikenal pendiam, cerdas, dan penuh empati. Ia dibekali ilmu bela diri untuk bertahan hidup, dasar medis, serta kemampuan teknologi.
Penculikan itu merupakan bagian dari jaringan rahasia yang dipimpin Rafael Benitez, ketua mafia internasional yang percaya bahwa anak-anak dengan potensi terbaik harus "diselamatkan" dan dibentuk menjadi generasi elit-ahli strategi, medis, teknologi, dan pertahanan. Bayi Zeandra dipilih bukan secara acak, melainkan karena darah medis unggul yang mengalir dalam tubuhnya.
Takdir mulai bergerak ketika sebuah peristiwa memaksa Zeandra kembali ke Indonesia.