Blind Without Your Soul

Blind Without Your Soul

  • WpView
    Reads 2,331
  • WpVote
    Votes 1,030
  • WpPart
    Parts 33
WpMetadataReadComplete Mon, Jun 1, 2026
WpInfo
Fiction
Social Themes
Family Life
Abuse and Trauma
Coming of Age
Drama • Sad • Family "Aku ingin kau membenciku, karena benci jauh lebih mudah disembuhkan daripada rindu." Sejak kecelakaan itu merenggut penglihatannya, dunia Pheem berubah menjadi gelap. Namun yang paling menyakitkan bukanlah kebutaan. Melainkan kakaknya sendiri. Punn - sosok yang dulu ia percaya - kini berubah menjadi dingin, kasar, dan tak berperasaan. Tidak ada belas kasihan. Tidak ada kata lembut. Hanya paksaan untuk berdiri sendiri... dengan cara yang terasa seperti hukuman. Pheem membencinya. Setiap hari. Setiap detik. Tapi bagaimana jika semua kebencian itu dibangun di atas sebuah rahasia? Rahasia yang sengaja disembunyikan demi melindungi Pheem... bahkan jika harus mempertaruhkan nyawa? Ketika kebenaran akhirnya terungkap, mungkin yang tersisa bukan lagi kebencian - melainkan penyesalan. ✨ Cerita tentang luka, pengorbanan, dan cinta yang tak pernah diucapkan.
All Rights Reserved
#250
fourth
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Lysander Lowell De Villiers
  • Lost Equanimity
  • Transmigrasi  Ren
  • PROYEK SATU TAHUN
  • Don't Cry [END]
  • Sea of Us
  • Give Up? (Complete)
  • Kursi Kosong Di Meja Makan
  • Ritual Rasa
  • That strong man  II SUNOO WP (HIATUS)

Lysander Lowell De Villiers, anak bungsu dari empat bersaudara, lahir pada usia kandungan sang bunda yang baru menginjak 28 minggu. Ia datang ke dunia lebih cepat dari seharusnya-rapuh, kecil, dan nyaris tak terdengar suaranya. Sebuah kelahiran prematur, seolah hidupnya sejak awal sudah dimulai dengan perjuangan. Sejak pertama kali membuka mata di dunia, Lysander tidak pernah benar-benar tinggal di tempat yang bisa ia sebut rumah. Ia dibawa oleh kakek dan neneknya, dibesarkan dalam kehangatan sederhana, namun tanpa kehadiran seorang ibu. Sang bunda telah pergi untuk selamanya-tepat di hari yang seharusnya menjadi awal dari segalanya. Ia pun tumbuh jauh dari sosok yang seharusnya ia panggil "Papa"-seseorang yang bahkan tak pernah benar-benar ia kenal. Kini, di usianya yang ke-13, hidupnya mulai berubah ketika pria itu datang... dan membawanya pergi ke kehidupan yang asing, bersama saudara-saudara yang hanya terikat darah, bukan kenangan. -gambar by pinterest.

More details
WpActionLinkContent Guidelines