TETANGGA| KEONHYEON |

TETANGGA| KEONHYEON |

  • WpView
    Reads 2,628
  • WpVote
    Votes 400
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Mar 16, 2026
Di sebuah komplek perumahan hangat di Jakarta, semuanya bermula dari seorang anak kecil yang tersesat. Keonho tidak pernah menyangka bahwa sore biasa di depan rumahnya akan mempertemukannya dengan Sean kecil yang polos-dan kakaknya, Seonghyeon, tetangga baru dengan senyum manis yang perlahan membuat jantungnya berdetak lebih cepat. Dari pertemuan sederhana di taman komplek, bangku sekolah yang mempertemukan mereka sebagai teman sebangku, latihan basket penuh sorak, hingga momen-momen kecil penuh rasa cemburu dan deg-degan-hubungan mereka tumbuh pelan tapi pasti. Dengan dukungan sahabat-sahabat yang heboh dan keluarga yang hangat, Keonho akhirnya memberanikan diri mengungkapkan perasaannya di tempat semuanya dimulai. Ini adalah kisah tentang cinta remaja yang sederhana namun tulus. Tentang tetangga yang berubah jadi pasangan. Tentang keberanian untuk jujur pada perasaan. Dan tentang rumah-yang ternyata bukan hanya sebuah tempat, tapi seseorang yang membuatmu merasa pulang.
All Rights Reserved
#307
keonhyeon
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • The Time
  • GHAIKA (REVISI)
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • Blueprint Pelarian Villain
  • Transmigrasi Ziora
  • Tsundere Maniak Susu
  • GRAVARENZO
  • I'm Not Just a Figuran

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

More details
WpActionLinkContent Guidelines