Valenhardt: Call of the Wolf

Valenhardt: Call of the Wolf

  • WpView
    LECTURAS 102
  • WpVote
    Votos 37
  • WpPart
    Partes 21
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación sáb, abr 25, 2026
Desa-desa menghilang. Manusia diculik... tanpa jejak. Dan sesuatu di kegelapan... mulai bergerak. Mereka menyebutnya kembali- Kael Renar. The Wolf of Valenhardt. Legenda yang seharusnya telah menghilang. Tapi kali ini, bahkan sang legenda pun mungkin tidak cukup. Karena Voidborne tidak lagi sekadar monster. Mereka berpikir. Mereka berkembang. Mereka... dipimpin. Dan seseorang di balik bayangan sedang menciptakan sesuatu- sesuatu yang bisa mengakhiri segalanya.
Todos los derechos reservados
#2
leadership
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • KARSA DALANG
  • Cinta Dari Sahabat
  • The Wicked Wife's Past Strikes Back
  • Perfect Antagonist (end)
  • Trapped in a Psycopathic Novel
  • MORGAN
  • TOXIC BOYFRIEND
  • SALARYN KINGDOM : Bridge Of Destiny [END]
  • Perfect Mom, Perfect Wife
  • REBIRTH : ADELIA [AGRIENT STORY KE-2]✔️

"Di atas kelir, ia adalah penguasa napas bagi setiap raga kayu yang ia gerakkan. Namun di hadapan Iyan, mantra-mantranya luluh lantak tak bersisa." Raden sudah terbiasa memikul beban tradisi dan jampi-jampi sakral sebagai 'Raden' bagi jagat Padjajaran. Baginya, cinta hanyalah interupsi yang tak masuk dalam skenario Bah Ajat. Sampai sosok Iyan-pemuda yang enam tahun lebih muda darinya-datang dan mengacaukan seluruh frekuensi hatinya. Demi memikat sang pujaan hati yang ia panggil 'Fiyana', Raden rela menaruh seluruh reputasi dan keningratannya di atas meja taruhan. Tak peduli seberapa berat kutukan tradisi yang harus ia angkut di punggungnya, atau seberapa tajam persyaratan Bah Ajat yang menanti di depan mata. Bagi Raden, membiarkan Iyan tetap tersenyum adalah satu-satunya lakon yang harus berakhir bahagia. Karena di balik aroma kemenyan dan suara gamelan yang megah, ada sebuah sumpah yang ia bisikkan dalam sastra: Bahwa raganya adalah tameng, dan cintanya adalah takdir yang tak akan ia lepaskan. #Mpreg #bxb Bahasa Sunda (22 maret)

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido