The Ice Queen's Bassline [ON GOING]

The Ice Queen's Bassline [ON GOING]

  • WpView
    Reads 35
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 30
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Mar 13, 2026
Arunika dikenal sebagai "The Human Glacier" di SMA Nusantara. Cantik, jenius, dan selalu memakai headphone mahal yang orang kira berisi musik klasik untuk menjaga fokusnya. Padahal, di balik wajah datarnya, Runi adalah pemuja setia musik jedag-jedug dan remix koplo yang membantunya bertahan dari tekanan ekspektasi orang tuanya yang menyesakkan. Rahasianya terancam saat Gibran, si cowok populer yang hobi bikin onar tapi peka, tidak sengaja mendengar dentuman "DJ Cikini ke Gondangdia" dari headphone Runi yang kabelnya terlepas. Gibran menawarkan kesepakatan: dia tidak akan membocorkan selera musik "rakyat" sang Ratu Es, asalkan Runi mau membantunya masuk ke tim olimpiade. Di antara rumus fisika dan dentuman bass yang menghentak, Runi mulai belajar bahwa menjadi sempurna itu melelahkan, dan terkadang, sedikit "ambyar" adalah kunci untuk benar-benar merasa hidup. Dingin di luar, Full Senyum di dalam.
All Rights Reserved
#248
rekomendasiwattpad
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Time
  • Blueprint Pelarian Villain
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • GRAVARENZO
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • I'm Not Just a Figuran
  • Transmigrasi Ziora
  • Tsundere Maniak Susu
  • GHAIKA (REVISI)
The Time

Tiga tahun Jeselyn Ananta menghabiskan waktunya mengejar bayang-bayang tunangan nya, Leon Gamalio. Baginya, Leon adalah segalanya. Namun, malam itu mengubah segalanya. Hantaman keras sebuah truk di persimpangan jalan gelap membuat nya berada di ambang maut, dalam koma yang panjang, jiwa Jeselyn melayang masuk ke sebuah masa depan yang tak pernah ia bayangkan. Ia melihat dirinya sendiri dalam versi yang lebih dewasa, lebih rapuh, dan hancur di tengah kemewahan sebuah rumah megah. "Mau ke mana lagi?" tanya Jeselyn masa depan dengan suara serak akibat tangis. "Menemani wanita yang sedang mengandung anakku," jawab Leon dingin, tanpa sedikit pun menoleh. Kenyataan pahit itu menghujam jantung Jeselyn. Pernikahan yang ia impikan ternyata hanyalah penjara tanpa cinta.

More details
WpActionLinkContent Guidelines