sweet chaos by mellody

sweet chaos by mellody

  • WpView
    Reads 17
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, May 29, 2026
viola: XAVIER! NGAKUU, LO KAN YANG CORET CORET BANGKU GUE?! xavier: najong, kayak ga ada yang lebih keren aja viola: BOONG jayden: ribut mulu lo berdua, awas nanti jatus cinta~ viola: ogah gua suka sama cowo nyebelin kaya dia xavier dan viola sudah berteman sejak mereka SMP, selain karna ruamh mera yang berdekatan juga karna orang tua mereka yang memang dekat. kalau kalian mengira xavier dan viona bersahabat dengan mesra, kalian salah, karna nyatanya mereka seringkali ribut dan bertengar juga bercanda. kalian pernah denger kalimat "lelaki dan perempuan tidak mungkin bersahabat tanpa perasaan" yap itu yang terjadi di cerita ini
All Rights Reserved
#413
gengsi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • SASMITA CANDALA (21+)
  • Chasing Sanara
  • The Last Yes!
  • Revenge Marriage (SELESAI)
  • De Andere Weg (END)
  • The Villain Mother
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • I Won't Be the Tragic Fiancée (END)
  • Almost Married (END)

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines