Di balik Rembulan

Di balik Rembulan

  • WpView
    Reads 9
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Feb 13, 2026
"Mbak! Ustadz Rafi pinter banget sih, makin cinta deh aku..." "Cinta orangnya, apa ilmunya?" "Dua-duanya! Udah pinter, ganteng lagi. Mau deh aku jadi istrinya!" "Skripsi dulu selesaiin, Lin. Udah mikir jadi istri orang aja..." ----------------------------------------------------------------------------------------------------------- Alina tidak menyadari, bahwa doa yang dia ucapkan dengan bercanda, akan menjadi kenyataan di kemudian hari. Seorang gadis ceria yang sedang dihadapkan dengan sulitnya mengerjakan skripsi, harus menikah dengan pria yang menurutnya sangat tua. Ia sama sekali tidak sadar bahwa pria tersebut adalah pria yang sama yang selama ini dia kagumi. Namun, di balik pernikahan ini, terdapat sebuah pengorbanan besar dari seorang istri yang tak sanggup apabila harus meninggalkan suaminya dalam kesedihan. Akankah pernikahan ini berjalan sempurna?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Hello, Baskara! [ END ] ✅
  • Horror Telling (Completed)
  • All Because Love (Seokyu)
  • "Harley: Love Written in Blood"
  • Addicted to Love
  • The Witness (Versi Novel ada di Fizzo/ loving in the shadow)
  • Stone Heart under the Moon's Shadow
  • Cross Path
  • Meloroman [M]
  • Tell Me

Cukup tersisa-akal sehat yang sering diburuk sangka. Tiba-tiba segalanya begitu kamu, maka goresan tinta yang sederhana ini bermula saat aku melepas rindu berlebih dan rasa cemas yang membelenggu. Tentangmu adalah rima puisi yang sama, sebagaimana aku menyukai sajak unik dari seorang penyair yang kelahirannya di Kota Hujan, atau makna rahasianya lirik lagu Sal Priadi yang berjudul Gala Bunga Matahari. Melebihi itu, tentu saja banyak monolog singkat yang berdetak menuju jantungmu. Katamu; ungkapan 'aku mencintaimu' sudah pamrih memanjakan bibir. Maka relung tulisanku hadir sebagai penagih sunyi dan hening dalam bungkam yang sampai kapan pun tersampaikan bahwa diam terkadang menyelamatkan, juga menenggelamkan. Selamat datang, Baskara. Selamat merangkul ketidaksempurnaan 1001 puisi yang bermakna kita di mana-mana. 𝟶𝟹 𝚂𝚎𝚙𝚝𝚎𝚖𝚋𝚎𝚛 𝟸𝟶𝟸𝟺 - 𝟷𝟾 𝙹𝚊𝚗𝚞𝚊𝚛𝚒 𝟸𝟶𝟸𝟻

More details
WpActionLinkContent Guidelines