EMPTY
  • WpView
    Reads 28
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Feb 11, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Dunk bersyukur memiliki sosok suami seperti joong, begitu sebaliknya Siapa yang tidak senang menikah dengan orang yang telah lama menyandang kasih selama 4 tahun, tentu senang bukan, sama seperti Dunk Tapi Joong mulai berubah saat umur pernikahan merak memasuki tahun ke tiga, Joong yang mulai jarang pulang ke rumah dengan alasan lembur, dan sekarang mulai Suak membentuk Dunk hanya karena kesalahan kesalahan kecil Alasannya? karena Keturunan Joong yang mulai berfikir jika sia sia saja menikah dengan Dunk jika tidak cepat di beri keturunan, bahkan pernikahan mereka sudah berjalan selama tiga tahun tetapi dunk belum juga di beri keturunan "Dunk kenapa kamu belum memberikan aku keturunan? pernikahan kita sudah tiga tahun Dunk!" "Ma-Maaf kak, aku belum bisa memberikan kakak anak, mungkin tuhan belum percaya untuk memberikan anugerah itu kak" "Maka buat Tuhan percaya Dunk"
All Rights Reserved
#46
joong
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • "Beneath Her Forbidden Touch"[END]
  • Drama di Pintu Kosan
  • Chana's Transmigrasi
  • Mission
  • REGAN's Crazy Wife
  • Change The Plot (Niel) ✓
  • karakter kecil ini mengasuh keluarga iblis?! {S2}
  • BACKSTREET

Elara Vionette tidak pernah mempertanyakan pekerjaan ibunya. Baginya, Livia Asteria hanyalah seorang pelayan yang pulang setiap malam dengan tubuh lelah dan senyum lembut. Sampai suatu hari, ibunya jatuh sakit. Dan Elara diminta menggantikannya. Rumah itu besar. Terlalu besar untuk menyimpan rahasia sekecil apa pun. Pernikahan sang nyonya dan suaminya hanyalah kontrak tanpa cinta. Lorong-lorongnya dipenuhi keheningan. Dan di balik pintu hitam dengan gagang emas itu... ada sesuatu yang tak pernah Elara bayangkan. Valeria Devianne tidak pernah tertarik pada siapa pun. Dingin. Tinggi. Elegan. Tak tersentuh. Sampai ia melihat putri pelayannya. Apa yang awalnya hanya rasa ingin tahu... berubah menjadi sesuatu yang lebih dalam. Lebih gelap. Lebih berbahaya. Karena beberapa rasa lapar tidak pernah benar-benar hilang. Mereka hanya menunggu untuk diwariskan. Dan Elara tidak tahu... bahwa malam pertama ia mengetuk pintu itu, ia sedang melangkah masuk ke dalam kelaparan yang bukan miliknya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines