Perasaan tersembunyi Halilintar

Perasaan tersembunyi Halilintar

  • WpView
    Membaca 83
  • WpVote
    Vote 7
  • WpPart
    Bab 7
WpMetadataReadLengkap Sel, Feb 17, 2026
WpInfo
Fiksi Penggemar
Saat ini aku akan membuat cerita drama sekolah Boboiboy elemental yang terinspirasi dari Fanfiction yang pernah ku baca saat masih SMK tahun 2018, berjudul "Siblings chaos" by Dark calamity of princess dan "Ice prince love story" by Indrikyu. Cerita yang dibuat tahun 2015 itu bercerita tentang Halilintar, Taufan, Gempa, Yaya, dan Ying. Nah karena cerita Fanfiction itu ditulis tahun 2015, jadi hanya ada Halilintar, Taufan, Gempa aja. Aku tak akan menyamakan persis seperti cerita itu agar tidak copy paste. Ceritanya tidak akan banyak konflik, hanya seperti keseharian anak sekolahan biasa. Tapi disini aku tidak menjadikan elemental Boboiboy itu kakak adik, tapi teman. Dan gak cuma mereka bertiga aja, akan ada elemental lain juga biar rame. Jika masih kurang juga, aku akan memasukan fusion juga. Pemain utama: Halilintar (Hali), Yaya, Taufan, Gempa Pemain dukungan: Blaze, Ice, Duri, Solar Pemain tambahan: Fang, Ying, Papa Zola, Amato, Tok Aba. 12 Februari 2026 - 17 Februari 2026
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#668
halilintar
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • PAMENGKU | NOMIN
  • SAIRISH
  • Journey
  • The Threads We Left Behind {Marjames / JJujami}
  • Possessive Male Lead
  • Skripsi Dan Buku Nikah
  • FRIEND'S? - KRATINGMEEN
  • Obsession Overdose
  • I'm Not Just a Figuran
  • TOUCH-ME-NOT [keonhyeon]

Sejak peristiwa itu, para sesepuh menetapkan satu pantangan yang tak pernah berani dilanggar. Tak ada yang benar-benar tahu apa yang terjadi puluhan tahun silam. Yang tersisa hanyalah cerita-cerita "konon" yang diwariskan dari mulut ke mulut. Tentang malapetaka yang selalu datang ketika kedua pamengku berdiri di pendapa yang sama. Tak seorang pun berani mempertanyakan kebenarannya. Hingga Manggala Paramayoga mulai bertanya... Apakah pantangan itu benar-benar ada?

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan