Dancing in the moonlight

Dancing in the moonlight

  • WpView
    Reads 8
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 31
WpMetadataReadComplete Thu, Apr 16, 2026
WpInfo
Fiction
Fantasy
Setiap malam purnama, lonceng senja di kerajaan Elarion akan berbunyi. Dan di bawah cahaya bulan, seorang gadis menari sendirian. Arel, pemuda lembut yang tak pernah pandai melawan takdir, adalah satu-satunya yang melihatnya. Elmyra-gadis pemalu dengan senyum tenang-hadir hanya ketika bulan bersinar penuh, membawa kehangatan sekaligus kesedihan yang tak terucap. Namun di kerajaan ini, tidak semua kenangan dibiarkan hidup. Saat lonceng berdentang, rahasia lama ikut terbangun. Dan cinta yang tumbuh di bawah cahaya bulan mungkin harus dibayar dengan kehilangan. Karena tidak semua yang menari di bawah bulan... adalah milik dunia yang sama.
All Rights Reserved
#364
aruna
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ibu Tiri Menolak Mati di Kehidupan ke-7
  • The Duke's Red String (Lengkap - Pre Order)
  • Transmigrasi: The Villain's Stepmother
  • ROSALINE - I will be The Real Antagonist
  • EVAELGA: OBSESI BRONDONG
  • Sin of The Villainess
  • A Family of Villains
  • AS : The Side Character's Rebirth
  • Rumah Untuk Sang Tiran (Tahap Revisi)
  • Transmigrasi Menjadi Seorang Figuran (TAMAT)

Enam kali mati dibunuh tepat di usia 22 tahun. Di kehidupan ketujuh, Ravenna menolak menjadi mangsa. Sebagai seorang mantan pendidik, Ravenna tahu cara terbaik menghukum orang bodoh bukanlah dengan air mata, melainkan dengan merampas apa yang paling mereka hargai. Maka, ia membatalkan pertunangannya dengan Putra Mahkota secara elegan, mengosongkan brankas ayahnya, dan menyerahkan diri kepada pria paling berbahaya di benua itu-Grand Duke Alaric von Blackwood, sang Monster Utara. Tawarannya sangat sederhana: "Jadikan aku istri kontrak selama lima tahun. Aku akan mendidik dua anakmu dan menjadi perisai politik dari hukum Istana. Setelah anak-anakmu aman, ceraikan aku dengan pesangon emas." Bagi Ravenna, ini hanyalah transaksi bisnis. Ia hanya ingin selamat dari maut dan pensiun dengan tenang. Namun, logika dan rencananya gagal meramalkan satu hal... Dua anak tiri yang konon 'monster' itu kini menangis memeluk kakinya, enggan dilepaskan. Sementara sang Grand Duke yang terkenal berhati beku? Pria itu menatap Ravenna dengan sorot posesif yang menggelapkan akal sehat. "Kau yang memulai permainan ini, Istriku. Jangan harap aku akan melepaskan apa yang sudah menjadi milikku."

More details
WpActionLinkContent Guidelines