Semesta dalam Puisi

Semesta dalam Puisi

  • WpView
    Reads 3
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Feb 22, 2026
Karena tidak semua rasa menemukan keberanian untuk bersuara, maka ia memilih lahir sebagai kata. Di antara sunyi dan jeda yang tak terucap, lahirlah puisi-puisi ini. Kumpulan puisi dengan beragam judul yang tumbuh dari suara hati dan bisikan pikiran. Sebuah rumah bagi perasaan yang tak memiliki suara, bagi rasa yang tak selalu mampu diungkapkan, hingga akhirnya menemukan bentuknya dalam tulisan. Setiap bait dirangkai dari kejujuran hati: tentang cinta, rindu, harapan, luka, dan perjalanan hidup yang perlahan menguatkan. Semoga setiap kata yang tertulis dapat menemanimu, menyentuh relung terdalam hatimu, dan membuatmu percaya bahwa tidak ada rasa yang sia-sia. ✨ Jangan lupa follow agar tidak ketinggalan karya dan update terbaru. Terima kasih telah singgah dan menjadi bagian dari perjalanan ini. ✨
All Rights Reserved
#19
duniapuisi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ATMA FATAMORGANA
  • MOTHER
  • Stealing My Husband
  • Unexpectedly Yours
  • Dua Langit Berbeda
  • My Step Mom? [END] ✔️ - REVISI
  • GAREL ; POSESIF BROTHER
  • BOUND WITHOUT LOVE (END)
  • The Place You Left Me (Menuz) [END]
  • Gila!?, Gue Jadi Kucing?! (Hiatus)

"Jadilah seperti lumut: ada, tapi tidak terlihat, dan kalau bisa jangan diinjak." Itulah moto hidup Sevanja Nandhira. Sebagai mahasiswi Seni Rupa di Universitas Brahmana yang isinya anak-anak sultan, Sevan lebih memilih menjadi "Cewek Suram" yang hobi begadang demi deadline gambar daripada harus bersosialisasi. Strateginya sederhana yaitu hindari keramaian, gunakan jalur tikus, dan tetap berada di luar Radius Seratus Meter dari orang-orang populer. Terutama dari Adiaksa Ranjaya Jasvanta. Aksa adalah segalanya yang Sevan hindari karena tinggi 185, bintang Ice Hockey, salah satu mahasiswa terkenal orang terkaya di kampus yang dijuluki Vanguard, dan memiliki aura "lampu sorot" yang menyilaukan. Bagi Sevan, Aksa adalah intimidasi visual dan gangguan dalam hidupnya. Lari cepat setiap kali melihat ujung jaket hoki Aksa adalah olahraga wajib. Namun, Sevan tidak tahu satu rahasia besar. Aksa bukan sekadar cowok populer yang iseng. Aksa adalah kolektor rahasia dari karya-karya digital anonim milik Sevan yang sangat emosional. Baginya, Sevan bukan sekadar "gadis berantakan" yang hobi kabur. Sevan adalah pelukis hantu yang selama ini ia kagumi karyanya. Kini, sang Forward tim hoki itu telah mengunci targetnya. Bukan di lapangan es, melainkan di lorong-lorong sempit fakultas seni. Dimulai dari satu krat susu coklat hingga aksi kejar-kejaran absurd yang bikin heboh satu kampus, Aksa bertekad menembus zona nyaman Sevan yang sekecil kotak pensil itu. Sanggupkah Sevan mempertahankan jaraknya, atau justru ia akan terjebak dalam pesona "Beruang" yang ternyata tidak se-polos kelihatannya? ~~~ DILARANG PLAGIAT (⁠ノ⁠`⁠Д⁠'⁠)⁠ノ⁠彡⁠┻⁠━⁠┻ pernah di unpublish karena di revisi. #01 teenfiction [ 20 Maret 2026] #01 absrud [ 20 Maret 2026] #01 gambar [ 20 Maret 2026] #01 fiksi [31 Maret 2026] #02 komedi [ 20 Maret 2026]

More details
WpActionLinkContent Guidelines