When We Met

When We Met

  • WpView
    Reads 802
  • WpVote
    Votes 133
  • WpPart
    Parts 21
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Mar 25, 2026
Raga Sakara percaya bahwa hidupnya runtuh dalam tiga bulan. Sahabatnya merebut pacarnya. Perusahaannya bangkrut dan mem-PHK dirinya. Tabungannya menipis, harga dirinya lebih menipis lagi. Satu-satunya alasan ia masih bertahan hanyalah konser LANY di Singapura. Namun ketika tiket resmi dinyatakan sold out, Raga nekat mencari penjual alternatif-dan menemukan Emi Kiandra di X. Fotografer lepas yang juga membuka jasa titip tiket itu memasang harga di luar batas kewarasan. Adu mulut pun tak terhindarkan. Bahkan Raga sempat menyumpahi Emi "kecebur". Sialnya, Emi benar-benar jatuh-meski hanya tersandung tali sepatunya sendiri. Pertemuan mereka yang seharusnya selesai setelah transaksi tiket justru berlanjut ketika Raga kehabisan uang di negeri orang. Di saat bersamaan, Emi membuka lowongan asisten fotografer selama enam bulan sebelum kembali ke Jakarta. Terpaksa bekerja bersama perempuan paling menyebalkan yang pernah ia temui, Raga harus bertahan dari, pemotretan kacau, klien cerewet, hingga pura-pura pacaran demi proyek. Di balik sikap sarkastik Emi, ternyata tersimpan luka pengkhianatan yang tak kalah pahit. Sementara di balik sinisme Raga, ada ketakutan untuk percaya lagi. Di kota yang bukan rumah bagi keduanya, di antara lampu Marina Bay dan lagu-lagu galau yang dulu menyelamatkan Raga, mereka belajar satu hal: Kadang orang yang kamu sumpahi justru menjadi alasanmu untuk bangkit kembali. Tapi ketika masa enam bulan itu habis dan Emi harus kembali ke Jakarta, akankah hubungan mereka tetap bertahan-atau hanya menjadi bagian dari cerita keduanya.
All Rights Reserved
#52
lovers
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SECANGKIR TEH DAN PELUKAN KAMU
  • ELLEYA AKU ATAU DIA?
  • Unexpected Match
  • For You Who Waited, For Me Who Grew
  • ᴀsᴍᴀʀᴀ ᴋᴏɴsᴘɪʀᴀsɪ
  • Be in Love
  • Sunset In New York
  • The One Who Keeps Crossing Path!
  • Rahasia Rahardja
  • Glimpse of Us

Di sebuah kota yang selalu gaduh oleh klakson, gosip sekolah, dan emosi remaja yang belum matang, takdir mempertemukan dua orang yang seharusnya tak pernah saling mengenal. ELLEYA El Xavier Dirgantara adalah siswa SMA yang dikenal dingin, keras, dan penuh amarah yang tak pernah ia jelaskan. Ia punya Jeandra Weslyn, pacar manja, feminim, cantik, ceria, dan baik-seseorang yang terlalu bergantung padanya. Cinta mereka tampak hangat, namun menyimpan jurang besar perbedaan keyakinan. El dengan Islamnya, Jeandra dengan Katoliknya, berdiri pada garis yang sama-sama sulit untuk disatukan. Sementara itu, Harleyava Wilhelmina Fernando, atau Leya, menjalani hidup yang lebih tenang bersama Keandra Zafran-pacar yang baik, tampan, gagah, dan selalu menjadi pendengar setia. Hubungan mereka terlihat stabil, aman, dan nyaris sempurna. Namun takdir tidak selalu datang lewat cara yang manis. Pertemuan El dan Leya terjadi di tempat paling kacau sebuah tawuran antar sekolah. El berada di tengah kerusuhan bersama teman-temannya, sementara Leya dan gengnya yang bolos sekolah justru terjebak kemacetan akibat tawuran itu. Rasa penasaran dan panik membuat mereka turun dari kendaraan, tapi kerumunan yang riuh dan brutal menjadikan Leya dan teman-temannya terdesak hingga terjatuh. Di tengah chaos itu, El muncul-menghalangi amukan orang-orang, menarik Leya dan teman-temannya menjauh, lalu membawa mereka bersembunyi di dalam pasar yang sudah tutup. Ketika Leya masih dipenuhi tanya-kenapa bisa tawuran? karena masalah apa? El justru pergi begitu saja. Tanpa menoleh. Tanpa memberi ruang bagi kata "terima kasih". Mereka berpisah sebagai orang asing. Namun pertemuan singkat itu menjadi awal dari sesuatu yang jauh lebih rumit tentang perasaan yang tumbuh di tempat yang salah, tentang kesetiaan yang diuji, dan tentang kehangatan sederhana yang kelak hadir dalam bentuk secangkir teh dan sebuah pelukan, dari seseorang yang sama sekali tidak pernah mereka rencanakan untuk dicintai.

More details
WpActionLinkContent Guidelines