Blue Always
  • WpView
    Reads 51,087
  • WpVote
    Votes 4,562
  • WpPart
    Parts 65
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Aug 29, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
First Love
Slow Burn
Romantic Comedy
"Setiap momen bersamamu terasa seperti satu kehidupan penuh." - Teddy Infa Wijaya - Kisah Teddy dan Nada adalah perjalanan cinta, pengabdian, dan janji yang tak terucap - dari tawa riang hingga momen-momen sunyi yang tak terlupakan. Ikuti perjalanan mereka melalui hidup, tanggung jawab, dan pilihan yang membentuk hati mereka.
All Rights Reserved
#2
tniad
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Asisten Pak Seskab
  • SAMA RASA SAMA SAMA
  • Awalnya Benci Menjadi Suka
  • Shey On Duty
  • Cinta Dengan Segala Resikonya
  • Begin Again: Ohana
  • Between Love and World
  • Rahasia Hati Sang Ajudan 2 [After Married] (END)
  • KELUARGA KARTANEGARA
  • His Secretary , Her Secretary

Sejak 20 Oktober 2024, hidup Dewi Larasati berubah sepenuhnya. Dipindahkan dari Humas ke Sekretariat Kabinet bukan hanya soal kenaikan tanggung jawab-tapi juga tentang menghadapi satu orang yang tidak pernah memberi ruang untuk kesalahan. Teddy Indra Wijaya. Sekretaris Kabinet yang baru. Perfeksionis, dingin, dan terlalu terbiasa bekerja hingga dini hari seolah dunia hanya berputar di antara rapat, dokumen, dan keputusan negara. Sebagai asisten barunya, Dewi hanya punya satu tujuan: bertahan. Namun, bekerja terlalu dekat membuat batas yang seharusnya jelas menjadi... kabur. Dari jadwal yang berantakan, lembur tanpa akhir, hingga perjalanan dinas bersama Presiden, Dewi mulai melihat sisi lain dari atasannya-sisi yang tidak pernah ditunjukkan di depan siapa pun. Dan tanpa ia sadari, ia menjadi satu-satunya yang mengerti. Tapi di tempat di mana setiap langkah diawasi, perasaan bukanlah sesuatu yang bisa dengan mudah diakui. Apalagi ketika Teddy sendiri memilih untuk tidak melihatnya. Karena di dunia mereka, profesionalisme adalah segalanya dan beberapa perasaan memang lebih aman... untuk tidak pernah diucapkan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines