Diary si Bungsu

Diary si Bungsu

  • WpView
    Reads 626
  • WpVote
    Votes 232
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Feb 23, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Setiap rumah punya suara. Rumah Maira punya pertengkaran. Setiap anak punya tempat pulang. Tempat pulang Maira adalah diary dan Ticu. Di antara tekanan ekonomi, ego orang tua, dan kakak yang keras, Maira tumbuh menjadi anak yang pandai menenangkan semua orang-kecuali dirinya sendiri, di luar rumah, dunia pun tak pernah benar-benar memilihnya. Hanya satu orang yang benar-benar melihatnya: neneknya, dengan suara pelan yang sering tak dianggap, nenek selalu tahu kapan mata Maira sembab, kapan senyumnya dipaksakan. Ia menulis karena tak ada yang benar-benar mendengar. Ia memeluk Ticu karena tak ada yang benar-benar tinggal. Dan ia bertahan... karena neneknya masih menggenggam tangannya. Sampai suatu hari, lelahnya menuntut jawaban. Apakah menjadi anak yang kuat berarti harus selalu diam?....Atau suatu saat, bahkan anak bungsu pun boleh berhenti menahan? _ Start: 11 Februari 2026 Status: On Going Selamat membaca 🩶
All Rights Reserved
#436
kesehatanmental
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • GRAVARENZO
  • Blueprint Pelarian Villain [END]
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • Tsundere Maniak Susu
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • GHAIKA (REVISI)
  • Transmigrasi Ziora
  • The Time
  • I'm Not Just a Figuran
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.

[FOLLOW SEBELUM MEMBACA] Gravarenzo Kairos Ferdezeus. Meski berwajah datar pemuda tampan yang menjabat sebagai Ketua geng DrakeZeus itu memiliki pembawaan yang tenang. Namun justru ketenangan itulah yang menjadi sumber ketakutan terbesar bagi banyak orang, membuat siapa pun berpikir dua kali untuk berani mengusiknya. Tapi tidak bagi perempuan yang satu ini. Alih-alih gentar untuk mendekat, ia justru menerobos. Meski sadar bahwa perasaan cintanya kerap berakhir dengan penolakan, ia tak pernah memilih untuk menyerah. Hingga akhirnya, sebuah kesempatan hadir, membuka awal baru yang tak pernah disangka oleh keduanya....

More details
WpActionLinkContent Guidelines