Pelabuan Terakhir

Pelabuan Terakhir

  • WpView
    Reads 91
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Feb 12, 2026
Teddy Indra Wijaya adalah definisi dari pengabdian. Sebagai prajurit elit Kopassus, hidupnya dihabiskan di bawah baret merah, berpindah dari satu medan laga ke medan lainnya dengan risiko nyawa sebagai taruhannya. Baginya, cinta adalah kemewahan yang tak mampu ia beli, sampai ia bertemu dengan Asha Bimantara Cakra. Asha bukan sekadar wanita biasa. Ia adalah ketenangan di tengah riuhnya desing peluru yang selama ini menghuni telinga Teddy. Namun, di balik senyum teduhnya, Asha menyimpan rahasia besar yang berhubungan dengan dunia yang justru sedang Teddy lindungi. Ketika tugas negara memanggil dan kesetiaan diuji, Teddy dipaksa memilih: tetap menjadi tameng bangsa yang tak kenal lelah, atau berlabuh pada hati Asha yang mungkin menjadi satu-satunya tempat ia bisa meletakkan senjatanya. Di antara seragam loreng dan janji setia, mampukah Asha menjadi pelabuhan terakhir bagi sang baret merah? "Tugas adalah napasku, tapi kamu... kamu adalah alasan mengapa aku harus tetap pulang dengan selamat." _teddy indra wijaya _ HALO GAYSSS, semoga kalian suka sama cerita pelabuan Terakhir ya, aku disini menerima kritik dan saran dari kalian semuaaa🤩. updete cerita setiap hari kamis, Sabtu dan senin ya, selalu tunggu cerita pelabuan Terakhir ya semua, love youu
All Rights Reserved
#81
teddyindrawijaya
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Dangerous Deal S1-S2 (on going)
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Almost Married (On Going)
  • NINGRUM
  • Kembang Desa
  • Nakula
  • EKSKALASI
  • Define the Relationship

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines