Owned: The Queen's Shadow [21+]

Owned: The Queen's Shadow [21+]

  • WpView
    Reads 21,872
  • WpVote
    Votes 564
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Mar 24, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
"Tolong cintai saya, Yang Mulia." Keizen Shearter tidak pernah menyangka hidupnya akan berakhir di atas panggung lelang dengan tubuhnya yang setengah telanjang dan rantai yang mengikat lehernya. Di usianya yang ke-26, kemiskinan telah merenggut segalanya, menyisakan dirinya sebagai budak yang dijual kepada penawar tertinggi. Namun, di tengah kerumunan pria-pria bengis, seorang wanita misterius dengan jubah dan tatapan sedingin es muncul. Ia membelinya dengan harga yang tak masuk akal. Keizen mengira ia telah menemukan kebebasan, namun ia justru jatuh ke dalam penjara yang jauh lebih mewah, Istana Kerajaan. Wanita itu bukan orang sembarangan. Di balik penyamarannya, ia adalah Sang Penguasa, Ratu yang memegang takhta tertinggi, Eloise De Rozenberg. Bagi Eloise, Keizen adalah pelarian dari kesepian takhtanya yang dingin dan bagi Keizen, Eloise adalah penyelamat sekaligus pencuri kebebasannya. Apa yang dimulai sebagai hubungan antara tuan dan budak, perlahan berubah menjadi obsesi yang berbahaya. Keizen terjepit di antara pengabdian mutlak dan rasa lapar akan cinta yang tidak seharusnya ia miliki. Di bawah bayang-bayang singgasana, di mana setiap dinding memiliki telinga dan setiap langkah diawasi oleh kasta, mereka saling terikat atas dasar cinta yang tak semestinya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Nakula
  • Prahara Lamaran [END]
  • Salah Status [END]
  • Kembang Desa
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Stand by Me (END + MASIH BERANTAKAN, INI TULISAN PERTAMA GUE WOI MAKANYA BRNTKN)

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines