(Ditemani ilustrasi disetiap bab!)
Ia tumbuh di tempat yang seharusnya memberi perlindungan, namun justru menjelma menjadi ruang pengujian tanpa nama. Panti asuhan ilegal itu berdiri sunyi di pinggir kota, berdinding pucat dan beraroma obat yang tak pernah benar-benar hilang. Di sanalah wanita ini dibesarkan-bukan sebagai anak, melainkan sebagai subjek.
Sejak kecil, ia diajari untuk patuh pada jam, pada perintah, pada senyum palsu para pengelola. Teknik-teknik terlarang itu tidak pernah dijelaskan; hanya dirasakan sebagai latihan keras yang merampas pilihan, mengukur ketahanan, dan menghapus rasa takut dengan cara yang salah. Tidak ada jeritan yang dicatat, tidak ada luka yang diakui. Semua disamarkan sebagai "pendidikan."
Namun dari tekanan itulah pikirannya ditempa. Ia belajar membaca celah di balik aturan, menghafal pola penjagaan, dan memahami satu hal penting: sistem itu rapuh karena dibangun di atas kebohongan. Ia bukan yang paling kuat, tapi yang paling peka. Ia menyimpan amarahnya seperti bara-tenang di luar, menyala di dalam.
Anak-anak lain melihatnya sebagai bayangan yang bergerak pelan, selalu hadir ketika ada yang putus asa. Ia tak berteriak menghasut; ia berbisik, mengajukan pertanyaan sederhana yang berbahaya bagi penjara mana pun: kenapa kita harus tinggal? Dari bisikan itu lahir keberanian. Dari keberanian lahir rencana.
Perlawanan mereka tidak meledak; ia merambat. Aturan dilanggar sedikit demi sedikit, kepatuhan dipatahkan dengan kebersamaan. Ia mengajarkan mereka untuk saling percaya, sesuatu yang tak pernah diajarkan panti itu. Dan ketika malam akhirnya membuka pintu, anak-anak itu pergi-bukan sebagai korban yang kabur, melainkan sebagai pemberontak yang memilih hidupnya sendiri.
Wanita itu melangkah terakhir. Ia menoleh sekali, memastikan tak ada yang tertinggal. Masa lalunya tetap tinggal di balik dinding pucat itu, tapi api yang dinyalakannya telah menyebar-cukup terang untuk menunjukkan jalan keluar.
FLORA - I'm a Duchess, I'm an Extra, but I End Up Being Like an Antagonist
27 parts Ongoing
27 parts
Ongoing
Flora Serenity tak pernah menyangka akan hidup kembali di dunia lain. Menjadi Flora Ashwood, figuran yang bahkan tak disebutkan namanya di dalam novel, istri dari pemeran utama laki-laki yang bahkan tak diketahui bagaimana caranya mati karena sepanjang cerita hanya berpusat pada Duke Zander Ashwood, anaknya yang bernama Zion Ashwood, dan pengasuh anaknya sekaligus tokoh utama perempuan yaitu Lady Victoria.
Flora punya dua pilihan.
Kabur ke negara lain karena bercerai tidak dibolehkan di Kekaisaran
atau berusaha membuat Duke Zander jatuh cinta padanya sebelum tokoh utama perempuan datang.
...
"Bukankah kau lebih senang jika berhasil menguasai tubuhku? Lihatlah. Aku sedang menyerahkan tubuhku dengan suka rela. Untuk kau kuasai, Flora."
*
@kandthinkabout