LA BELLE RE BELLE

LA BELLE RE BELLE

  • WpView
    Reads 167
  • WpVote
    Votes 27
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Mar 24, 2026
Bagi Maelle Blaire, hidup itu sederhana: Gas pol atau pulang. Dia bukan tipikal gadis yang memusingkan warna lipstik atau drama percintaan sekolah. Maelle adalah definisi mimpi buruk bagi para guru: rok sekolah yang selalu diganti celana training, mulut yang lebih tajam dari silet, dan Kawasaki Ninja hitam yang menderu lebih keras dari bel masuk sekolah. Dia tidak punya rasa takut. Dia adalah anomali. ​Di sisi lain semesta sekolah, ada Gabriel Laurent. Ketua kedisiplinan. Jenius akademik. Tatapan setajam elang dan kemeja yang selalu licin tanpa satu kerutan pun. Hidup Gabriel adalah sebuah algoritma yang sempurna: terencana, disiplin, dan steril dari kesalahan. Dia membenci kekacauan. Dan sayangnya, Maelle adalah perwujudan hidup dari kekacauan itu sendiri. ​Ketika satu insiden memaksa Maelle berada di bawah "pengawasan khusus" Gabriel selama satu semester penuh, perang dingin pun dimulai. ​Gabriel bertekad menjinakkan si pemberontak dengan aturan mainnya. Maelle bersumpah akan membuat si pangeran sekolah itu kehilangan akal sehatnya. ​Namun, yang tidak mereka perhitungkan adalah satu hukum fisika sederhana: Gesekan terus-menerus akan menciptakan panas. Dan di antara dinginnya tatapan Gabriel dan panasnya emosi Maelle, ada garis tipis yang perlahan mulai kabur. ​"You want to fix me, Monsieur? Good luck. Even the devil failed trying."
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Time
  • GRAVARENZO
  • Tsundere Maniak Susu
  • Transmigrasi Ziora
  • GHAIKA (REVISI)
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • I'm Not Just a Figuran
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • Blueprint Pelarian Villain
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
The Time

Tiga tahun Jeselyn Ananta menghabiskan waktunya mengejar bayang-bayang tunangan nya, Leon Gamalio. Baginya, Leon adalah segalanya. Namun, malam itu mengubah segalanya. Hantaman keras sebuah truk di persimpangan jalan gelap membuat nya berada di ambang maut, dalam koma yang panjang, jiwa Jeselyn melayang masuk ke sebuah masa depan yang tak pernah ia bayangkan. Ia melihat dirinya sendiri dalam versi yang lebih dewasa, lebih rapuh, dan hancur di tengah kemewahan sebuah rumah megah. "Mau ke mana lagi?" tanya Jeselyn masa depan dengan suara serak akibat tangis. "Menemani wanita yang sedang mengandung anakku," jawab Leon dingin, tanpa sedikit pun menoleh. Kenyataan pahit itu menghujam jantung Jeselyn. Pernikahan yang ia impikan ternyata hanyalah penjara tanpa cinta.

More details
WpActionLinkContent Guidelines