I REFUSE THIS ENDING

I REFUSE THIS ENDING

  • WpView
    Reads 12
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Feb 12, 2026
Eshania Galatri, adalah seorang remaja yang baru menyadari bahwa kehidupannya saat ini bukanlah kenyataan seperti yang ia kira. Dunia yang ia pijak, orang-orang yang ia kenal, bahkan alur kejadian yang perlahan bergerak di sekitarnya-semuanya adalah bagian dari sebuah novel romansa picisan yang pernah ia baca di kehidupan sebelumnya. Kesadaran itu muncul setelah ia mengalami sebuah kecelakaan ringan, seolah benturan tersebut membuka kembali ingatan yang selama ini terkunci. **Before the Last Bell** Rings adalah novel yang mengisahkan seorang protagonis wanita bernama Asalia Feranta, siswi beasiswa pindahan yang sederhana namun mampu menarik perhatian tokoh utama pria, Aryananta-sosok sempurna yang dipuja seluruh sekolah. Dan seperti kebanyakan kisah romansa, cerita tidak akan terasa lengkap tanpa kehadiran seorang antagonis. Asmara Raden adalah perwujudan antagonis yang paling dibenci para pembaca **Before the Last Bell Rings**. Ia terus-menerus mengganggu hubungan percintaan sang protagonis dan pasangannya. Kecemburuan dan obsesinya membuatnya melakukan berbagai tindakan kejam dan tidak masuk akal terhadap Asalia. Pada akhirnya, seperti nasib antagonis dalam novel pada umumnya, Asmara kehilangan kewarasannya dan menemui kematian tragis akibat perbuatan tokoh utama pria. Dan sebagaimana mestinya, kedua tokoh utama hidup bahagia selamanya. Namun-tunggu dulu!!... Karma apa yang telah Eshania lakukan di kehidupan sebelumnya hingga ia harus bereinkarnasi ke dalam novel semacam ini? Lebih buruk lagi, ia bukan sekadar karakter sampingan. Ia adalah adik dari sang antagonis yang akan berakhir menyedihkan. Tidak!.. Eshania tidak akan membiarkan kakaknya mendapatkan akhir yang sama seperti yang telah tertulis di dalam novel!!.
All Rights Reserved
#72
villainess
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • GHAIKA (REVISI)
  • Transmigrasi Ziora
  • The Time
  • EVANESCENT
  • Blueprint Pelarian Villain
  • GRAVARENZO
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • Tsundere Maniak Susu
  • I'm Not Just a Figuran

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

More details
WpActionLinkContent Guidelines