Somewhere Between

Somewhere Between

  • WpView
    Reads 17
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Feb 12, 2026
Aku tidak pernah menyangka semuanya akan dimulai dari sebuah perkenalan sederhana. Dari seorang teman yang tanpa sengaja mempertemukan dua orang yang awalnya asing, lalu perlahan menjadi dekat. Awalnya aku biasa saja. Dia yang lebih dulu mendekat, lebih dulu berusaha, lebih dulu menunjukkan keseriusan yang bahkan tidak pernah aku minta. Dia mengejarku dengan sabar, dengan cara yang kadang membuatku luluh, kadang juga membuatku ragu.Aku tidak langsung yakin. Tapi entah sejak kapan, kehadirannya yang dulu terasa biasa mulai terasa berbeda. Perhatian kecilnya menjadi sesuatu yang kutunggu. Namanya menjadi alasan senyum yang tak bisa kusembunyikan. Dan di satu titik, aku memilih untuk mencoba. Bukan karena aku sepenuhnya yakin, tapi karena aku ingin tau, bagaimana rasanya dicintai sekeras itu. Aku tidak tau saat itu, bahwa keputusan sederhana itu akan membawa kami ke sebuah cerita yang tidak pernah aku duga - Somewhere Between
All Rights Reserved
#367
wlw
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Candu Sentuhan Sahabat Hyper
  • Prahara Lamaran [END]
  • Nakula
  • Kembang Desa (Hiatus)
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Salah Status
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Stand by Me (END+LENGKAP)

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines