Semua berawal dari hal-hal kecil.
Tempat yang sama. Mendengarkan lagu yang sama.
Senja ingin percaya semuanya hanya kebetulan. Bahwa dunia memang sesempit itu, dan orang-orang bisa saja bersinggungan tanpa arti apa-apa.
Tapi berapa banyak kebetulan yang dibutuhkan sampai sesuatu mulai terasa seperti disengaja?
Janendra -anak Hubungan Internasional yang terlalu sering muncul di timeline kampus dan terlalu terbiasa jadi pusat perhatian- bukan tipe orang yang seharusnya masuk ke hidup Senja yang tenang dan sederhana.
Namun sejak satu moment dimana mereka berdua malah di gosipkan, semuanya berubah pelan.
Dari backgrond foto yang sama, ke lagu-lagu tengah malam yang sering mereka putar, sampai gosip lama yang tiba-tiba kembali dibicarakan.
Di antara spekulasi orang-orang, masa lalu yang belum selesai, dan perasaan yang tumbuh tanpa izin, Senja dan Janendra perlahan menyadari satu hal-
Kadang, yang paling sulit bukan mencintai seseorang. Tapi mengakui bahwa kita sedang jatuh cinta padanya.
Karena mengakui berarti siap kehilangan. Karena setelah itu, tidak ada lagi alasan untuk pura-pura biasa saja.