Hiraeth

Hiraeth

  • WpView
    Reads 163
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jun 11, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Slice of Life
Highschool
Slow Burn
Tidak semua luka harus sembuh. Tidak, semua luka harus sembuh. Tiga tahun bukan waktu yang singkat bagi dua jiwa yang sama-sama terluka. Mereka bertemu bukan untuk saling menyelamatkan, melainkan untuk bertahan bersama, saling melengkapi dan menerima. Bagi yang satu, rumah adalah tempat yang penuh suara - bukan obrolan hangat, bukan percakapan tentang masa depan atau besok mau menjadi apa, melainkan - teriakan, amarah, dan luka yang tak sempat sembuh sebelum kering. Sentuhan orang tua lebih sering berubah menjadi kekerasan, membuatnya belajar diam sebelum bicara. Sementara bagi yang lainnya, rumah justru terlalu sunyi. Orang tua yang sibuk mengejar kesuksesan membuat meja makan kehilangan cerita, ruang tamu kehilangan tawa, dan sudut-sudut rumah hanya menjadi tempat singgah, bukan tempat pulang. Ia merindukan sisi rumah yang dulu, saat percakapan sederhana masih lebih berharga, saat di penghujung hari selalu ada cerita baru. Dalam hubungan itu, mereka menemukan ketenangan yang tak lagi didapatkan dari keluarga. Hangat, sederhana, seolah dunia bisa dijeda sejenak. Namun tak semua luka bisa terus disembunyikan, dan tak semua ketenangan mampu bertahan selamanya. *** "Bertemanlah dengan orang yang lebih tua darimu, kau akan temukan banyak pelajaran darinya. Bertemanlah dengan orang yang usianya lebih muda darimu, disitulah kau akan diterima apa adanya, diperhatikan tanpa dihakimi, didengar tanpa dikhianati. Kalau bisa, jangan bersahabat dengan yang seumuran, kau tak akan menemukan semua itu." ~ Arseno Zeiround Arzhad. "Aku tidak butuh seseorang untuk bercerita. Aku hanya menginginkan ruang yang mengizinkanku untuk diam, bersandar, lalu menangis." ~ Lorena Sera Sylveera.
All Rights Reserved
#637
barista
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dia, Pangeran (Revisi)
  • DO(S)A (TERBIT)
  • Barbar Queen
  • ASMARALOKA [Terbit]
  • Nasi Goreng // ZM
  • ALDANEL (2)
  • Kustom Sindikat
  • The First
  • Big Body ✔
  • Love Secret [ COMPLETED✔ ]

Joya Sheeva Atmaja, perempuan dengan sebutan "Peri Kecil" bagi Ayah kandungnya, kini mengalami banyak kepahitan dalam hidup. Kedua manik matanya telah dirampas untuk mempertontonkan adegan-adegan pilu yang menyengsarakan hidup ibunya. Kehidupan yang diagung-agungkan akan berjalan penuh kebahagian, ternyata menjadi jurang yang membawa segenap nestapa. Derai air mata telah jatuh bertubi-tubi seiring proses bertumbuhnya. Sayangnya, kesedihan itu tak cukup sampai di situ. Ia juga harus kehilangan cintanya. Cinta yang ia anggap sebagai kepercayaan terakhirnya. Kini, tak adalah yang tersisa atas nama cinta. Hidup terus berjalan, manusia-manusia baru bermunculan. Kini, ke manakah langkah kaki dan hati nurani itu memilih? Mungkinkah, masa-masa trauma itu akan kembali menjadi rentetan panjang tak berujung, ataukah berhenti menuju lorong penuh kebahagiaan? "Enggak ada kesedihan yang abadi, Jo. Karena kebahagiaan akan selalu punya ruang untuk hadir. Kita hanya perlu berdamai, berteman dengan bagian dari diri kita yang lainnya," ucap seseorang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines