Jejak
Kabur untuk melupakan. Satu tindakan pengecut yang pastinya dicemooh banyak orang.
Namun Halilintar tak lagi peduli, karena itulah yang ia lakukan sekarang. Pindah ke kota baru demi melepas segala beban yang melekat. Sebut saja ia pengecut, meninggalkan segala masalah dan berlari menjauh. Biarkan hanya dirinya dan Tuhan yang tahu. Betapa lelah raganya, betapa muak jiwanya.
Halilintar ingin pergi. Jauh, jauh dari segalanya. Memulai lembaran baru yang jauh lebih menyenangkan. Sendiri, damai, dua hal yang selalu terasa sulit untuk digapai. Dan di kota metropolitan ini, biarkan Halilintar meraihnya. Ia mohon, sekali saja.
Akan tetapi, dia tidak pernah sadar. Mau sejauh apapun Halilintar berlari, jejaknya akan terus ada. Tidak memudar, mengikuti kemanapun Halilintar bersembunyi.