Satu Atap, Dua Hasrat

Satu Atap, Dua Hasrat

  • WpView
    Reads 152
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Feb 24, 2026
Bagi dunia luar, Arya Firmansyah (23) adalah sosok pria mapan, karismatik, dan "Mas" pelindung idaman keluarga. Namun, tidak ada yang tahu bahwa di balik pintu apartemen bernomor 403, kewarasan pria itu sedang diuji habis-habisan. Penyebabnya? Kirana Lestari (19), adik sepupunya yang baru saja pindah untuk tinggal di bawah satu atap yang sama. Berawal dari rutinitas olahraga pagi yang memancing gairah, gaun tidur satin yang terlampau tipis, hingga insiden sentuhan "tak sengaja" di atas sofa dalam kegelapan yang membuat darah berdesir hebat. Arya harus mati-matian menahan insting buasnya agar tidak menerkam gadis itu. Tapi yang Arya tidak tahu, Kirana menyadari setiap tatapan liar pria itu. Di balik wajah polos dan senyum manjanya, Kirana diam-diam memendam gairah yang sama dan sengaja memasang jebakan-jebakan manis untuk sang kakak sepupu. Di dalam ruangan tertutup itu, batasan antara 'keluarga' dan 'hasrat' perlahan mengabur. Saat gairah sudah berada di ubun-ubun, siapa yang akan lebih dulu menyerah dan melewati batas?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Nakula
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Kembang Desa (Hiatus)
  • Salah Status
  • Prahara Lamaran [END]

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines