A Contract Called Love

A Contract Called Love

  • WpView
    Reads 363
  • WpVote
    Votes 18
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Mar 15, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Sinopsis Di balik megahnya nama keluarga Adiwangsa, ada satu hal yang tak pernah bisa dibeli dengan uang: cinta yang datang tanpa tekanan. Reksa Adiwangsa Pradipta, pewaris utama Adiwangsa Grup, hidup dalam dunia yang serba sempurna, kaya, berkuasa, dan disegani. Namun di usianya yang hampir tiga puluh, ia justru dianggap gagal karena satu hal: belum menikah. Tekanan keluarga terus datang, mempertemukannya dengan perempuan-perempuan "sempurna" yang terasa seperti wawancara kerja, bukan pertemuan hati. Hingga sebuah kebohongan kecil mengubah segalanya. Ketika dua kali pertemuannya dengan Astari, kandidat menantu idaman keluarga gagal tanpa penjelasan, Reksa terlalu lelah untuk mengakui kebenaran. Ia memilih berbohong, mengaku sudah dekat, mengaku semuanya berjalan baik. Dan demi menutup kebohongan itu, ia menyeret satu nama yang tak seharusnya terlibat, Kanaya Svarna. Naya hanyalah staf biasa di Aksara Vow, agensi pernikahan yang menjadi tempat keluarga Adiwangsa mencari calon istri untuk Reksa. Sederhana, tulus, dan jauh dari dunia gemerlap para sosialita Aksantara. Namun karena sebuah kesalahpahaman di malam yang penuh tekanan, ia justru diperkenalkan sebagai "Astari" di hadapan keluarga besar. Sandiwara dimulai. Awalnya hanya sementara. Hanya demi menjaga reputasi. Hanya sampai "Astari" dikirim ke luar negeri. Ketika masa lalu dan luka pribadi datang menghantam, sandiwara itu retak. Dan saat kebenaran terancam terbongkar, pertanyaannya bukan lagi tentang reputasi keluarga, melainkan Apakah cinta yang lahir dari kebohongan layak diperjuangkan? Atau memang sejak awal, mereka hanya dua orang asing yang terikat oleh kontrak yang tak pernah tertulis? A Contract Called Love adalah kisah tentang tekanan keluarga, reputasi yang menyesakkan, luka masa lalu, dan cinta yang tumbuh di tempat yang seharusnya palsu, namun terasa terlalu nyata untuk diabaikan.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Nakula
  • Salah Status [END]
  • Stand by Me (END + MASIH BERANTAKAN, INI TULISAN PERTAMA GUE WOI MAKANYA BRNTKN)
  • Prahara Lamaran [END]
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Kembang Desa

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines