Dunia seringkali terasa seperti panggung sandiwara yang pintunya terkunci rapat. Baginya , ijazah lulusan S1 Komunikasi yang baru digenggamnya bukan sekadar kertas, melainkan tiket untuk mengejar satu nama yang selama ini hanya bisa di sentuh lewat layar kaca Harif Brigend Harif sang idola segalanya yang Niraga impikan. Pria itu bukan hanya aktor atau model papan atas, dia adalah definisi dari kesempurnaan yang bergerak di bawah lampu sorot. kenyataan jauh lebih pahit daripada sekadar mengagumi dari jauh. Puluhan pintu agensi telah dia lalui , ribuan langkah telah dia habiskan di trotoar panas, namun jawaban yang terima selalu sama, senyum sopan yang berarti penolakan. Hingga akhirnya, takdir menuntunnya ke depan gerbang The Boys Entertainment Open Audition for New Face." Siapa sangka, di gedung yg menjulang tinggi dan terasa dingin itu, langkah Niraga akhirnya menemukan rumahnya. kemudian diterima. Dunia terasa berhenti sejenak saat namanya tertera dalam kontrak pertama. kebahagiaan itu tidak bertahan lama. Proyek series pertama yang seharusnya menjadi jembatan menuju impian, justru terancam runtuh. Chemistry yang dia bangun dengan lawan mainnya terasa hambar, seperti air dan minyak yang dipaksa menyatu. Kegagalan seolah kembali membayangi di depan mata. Dia nyaris menyerah pada keputus-asaan, sebuah keajaiban Terjadi tanpa suara. ♤♤♤♤♤ Cerita ini Area Mpreg jika gak suka dengan ceritanya boleh di skip
More details