Asha pernah berpikir, waktu akan menghapus segalanya-termasuk Yeoul. Tapi setiap kali ia berdiri di bawah lampu panggung, nama itu selalu kembali, lebih pelan, lebih menyakitkan. Mereka tumbuh di dunia yang sama, bermimpi di langit yang sama, tapi berjalan di waktu yang berbeda. Asha debut lebih dulu. Yeoul datang terlambat. Saat akhirnya mereka berdiri di ruangan yang sama sebagai dua idol dengan nama besar, tidak ada pelukan, tidak ada sapaan dan tidak ada air mata. Hanya tatapan yang terlalu lama untuk disebut biasa.
"Kalau kita ketemu lagi suatu hari nanti... apakah akan masih menjadi kita?" suara Yeoul dulu masih jelas di ingatan Asha.
Asha tidak pernah menjawab.
Dan sampai sekarang, ia masih tidak tahu apakah diamnya adalah bentuk menyerah... atau cara lain untuk bertahan.
Todos los derechos reservados