غلاف قصة Opera بقلم Richarzbezz
Opera
  • WpView
    مقروء 51
  • WpVote
    صوت 15
  • WpPart
    فصول 1
  • WpView
    مقروء 51
  • WpVote
    صوت 15
  • WpPart
    فصول 1
مستمرّة، تم نشرها في فبر ١٣
Harua menatap mereka satu-satu dengan pandangan kosong. Tubuhnya gemetar. Bukan karena sakit jantungnya kambuh, tapi karena syok budaya.

Gue masuk ke novel?! Novel yang gue maki-maki kemarin?! Jadi bocah yang bakal mati cuma buat batu loncatan percintaan si Sera sama Alister?!

"Harua...?"

....

Tunggu. Kalau gue jadi Harua, berarti harta keluarga Daraksa yang mau dikasih ke si Sera itu sebenernya jatah gue juga dong?

Jiwa kemiskinan Harua sebagai budak korporat selama 3 tahun langsung meronta. 

Enak saja! Dia sudah capek-capek hidup miskin di kehidupan sebelumnya, sekarang sudah reinkarnasi jadi anak sultan, masa mau mati muda lagi dan hartanya dikasih ke cewek yang cuma modal "polos"?

Nggak bisa. Nggak boleh!

Harua menatap langit-langit kamar mewahnya. Pikirannya berputar cepat. Dia nggak mau mati. Dia mau hidup mewah, mau ghibah bareng sosialita, mau makan bakso pake emas kalau perlu.

"Gue..." Harua menjeda, suaranya serak. "Gue nggak mau mati lagi..."

Pandangan Harua mulai mengabur. Efek samping koma dan serangan jantung ini benar-benar membuat tubuh kecilnya tidak kuat menahan beban emosi yang meledak-ledak.

BRUKK!

"HARUA!"
جميع الحقوق محفوظة

1 فصل

قم بالتسجيل كي تُضيف Opera إلى مكتبتك وتتلقى التحديثات
أو
#181nct127
إرشادات المحتوى
قد تعجبك أيضاً