Opera
  • WpView
    Reads 87
  • WpVote
    Votes 21
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Feb 13, 2026
WpInfo
Fanfic
NCT
Harua menatap mereka satu-satu dengan pandangan kosong. Tubuhnya gemetar. Bukan karena sakit jantungnya kambuh, tapi karena syok budaya. Gue masuk ke novel?! Novel yang gue maki-maki kemarin?! Jadi bocah yang bakal mati cuma buat batu loncatan percintaan si Sera sama Alister?! "Harua...?" .... Tunggu. Kalau gue jadi Harua, berarti harta keluarga Daraksa yang mau dikasih ke si Sera itu sebenernya jatah gue juga dong? Jiwa kemiskinan Harua sebagai budak korporat selama 3 tahun langsung meronta. Enak saja! Dia sudah capek-capek hidup miskin di kehidupan sebelumnya, sekarang sudah reinkarnasi jadi anak sultan, masa mau mati muda lagi dan hartanya dikasih ke cewek yang cuma modal "polos"? Nggak bisa. Nggak boleh! Harua menatap langit-langit kamar mewahnya. Pikirannya berputar cepat. Dia nggak mau mati. Dia mau hidup mewah, mau ghibah bareng sosialita, mau makan bakso pake emas kalau perlu. "Gue..." Harua menjeda, suaranya serak. "Gue nggak mau mati lagi..." Pandangan Harua mulai mengabur. Efek samping koma dan serangan jantung ini benar-benar membuat tubuh kecilnya tidak kuat menahan beban emosi yang meledak-ledak. BRUKK! "HARUA!"
All Rights Reserved
#875
jaemin
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • President's Wife
  • GUMI [Completed]
  • 𝐇𝐈𝐒 𝐒𝐖𝐄𝐄𝐓𝐒𝐔𝐆𝐀𝐑
  • Heyu : Second Gear
  • MORSE : POSSESSIVE EX
  • El and Jerganio (End)
  • Kamu Hanya Milikku
  • The Cold Ceo's Hidden Heir ( END )
  • Skyline Marriage

Dewandra telah memantapkan hati untuk tidak pernah menikah. Selama 25 tahun, ia mengabdikan hidup sebagai tentara setia demi melindungi negara. Hingga di usia 41 tahun, ia diangkat menjadi pemimpin tertinggi-menyandang status RI 1. Dua tahun menjabat pasca-lengsernya sang ayah yang merupakan Presiden ke-8, Dewandra tetap tak sedikit pun terusik oleh bayangan pernikahan. Namun, takdir rupanya punya rencana lain. Pada perayaan Kemerdekaan RI, 17 Agustus 2025, matanya tak sengaja menangkap sosok gadis berkebaya putih dengan kain batik merah. Rambutnya tergerai indah, dihiasi senyum manis yang menawan. Meski hanya tatapan sekilas, wajah itu seolah tertanam permanen dalam ingatannya. Gadis itu adalah Natasha Aira Van-dijk Chandramukhti-putri tunggal dari salah satu menteri di kabinetnya sendiri.

More details
WpActionLinkContent Guidelines