Langit Merah di Ujung Senja
Karya Fariz Yuhdi
Di sebuah desa kecil, seorang nenek tua hidup dalam sunyi. Tak punya keluarga. Tak punya harta. Hanya rumah kayu lapuk, tubuh yang semakin rapuh, dan hari-hari panjang yang ia lalui sendirian.
Tak ada yang benar-benar memperhatikannya-sampai suatu sore, ketika sebuah tuduhan mengubah segalanya.
Satu kalimat beredar.
Satu nama disebut.
Dan dalam hitungan menit, kecurigaan berubah menjadi amarah.
"Saya tidak mencuri."
Kalimat itu terus ia ulang. Dengan suara gemetar. Dengan tubuh yang tak lagi kuat berdiri. Tapi siapa yang mau mendengar ketika teriakan massa lebih keras daripada kebenaran?
Di bawah langit yang memerah di ujung senja, sesuatu terbakar. Bukan hanya rumah kayu sederhana. Bukan hanya tubuh renta yang tak mampu melawan. Tetapi juga nurani-yang terlambat tersadar ketika kebenaran akhirnya terungkap.
Apa yang sebenarnya terjadi sore itu?
Siapa yang pertama melempar tuduhan?
Dan mengapa tak satu pun orang berani menghentikan semuanya?
Langit Merah di Ujung Senja adalah kisah yang akan membuat pembaca bertanya:
seberapa mudah kita ikut terseret arus?
dan seberapa mahal harga dari satu kebohongan yang dibiarkan hidup?
Sebuah novel tentang fitnah, amuk massa, dan penyesalan yang datang setelah segalanya menjadi abu.
Karena kadang, yang paling mematikan bukanlah api-
melainkan manusia yang merasa paling benar.
Alle Rechte vorbehalten