LAST CHANCE || PARK SEONGHWA

LAST CHANCE || PARK SEONGHWA

  • WpView
    Reads 50
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Apr 6, 2026
Eunjin perlahan menundukkan kepalanya, dan tanpa sadar, ia menjatuhkan wajahnya di dada Seonghwa. Tangisnya pecah, mengalir deras, isakannya mengiris hati Seonghwa. Setiap getaran suara itu menembus dadanya, menusuk jauh ke dalam, membuatnya merasa hancur dan tenggelam dalam rasa bersalahnya "Ampuni aku... tolong jangan... jangan menyiksaku lagi Seonghwa, Aku mohon" Eunjin memohon pada Seonghwa Mata yang dulu berbinar cantik itu kini menyiratkan kepedihan yang dalam, Kata-kata itu begitu polos tapi sarat luka, penuh ketakutan dan penyesalan yang bertahun-tahun ia simpan sendiri. Seonghwa menunduk, menahan air mata, menutup wajahnya di kepala Eunjin. Hatinya terasa digergaji rasa bersalah, menyadari betapa dalam ia telah menyakiti perempuan yang begitu tulus mencintainya. Tangan besarnya merangkul Eunjin dengan lembut, seolah ingin menahan semua penderitaan itu agar tidak jatuh lebih jauh.
All Rights Reserved
#136
parkseonghwa
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • JEEVANA
  • I Want to Live [END]
  • Second
  • Love at Time's Brink [PROSES TERBIT]✔️
  • Given || Ju Jihoon
  • Secretary Or Mommy? || HIATUS
  • KUASA DUNIAWI(Transmigrasi BL)
  • [BL Transmigrasi] Male Concubine
  • NIGHT NOISES || Romance Horror [SEGERA TERBIT]
  • The King & The Doctor
JEEVANA

"Gue terpaksa nikah sama lo, demi bayi yang ada di perut lo." Kata-kata itu jatuh seperti pisau yang menancap tepat di hati Kiana Alisha. Pernikahan yang seharusnya menjadi momen bahagia, kini hanya terasa seperti hukuman. Ia tidak diinginkan. Bukan sebagai istri, bukan sebagai seseorang yang layak dicintai. Pria di hadapannya, sosok yang dingin dan kasar, menikahinya bukan karena cinta-hanya karena tanggung jawab, Tatapan matanya tajam, seolah berkata bahwa semua ini hanya sementara. Bahwa setelah bayi itu lahir, segalanya akan berakhir semuanya. Namun, takdir selalu punya cara untuk mempermainkan hati manusia. Dalam kebencian, mungkin terselip perasaan yang tak terduga?

More details
WpActionLinkContent Guidelines