Ada anak yang tidak pernah belajar membantah. Bukan karena tidak mampu, tapi karena sejak kecil ia diajarkan untuk mengerti lebih dulu daripada dimengerti.
Dalam hidupnya, uang sering menjadi pertimbangan, bukan keinginan. Sekolah bukan sekadar tempat belajar, tapi juga ruang untuk belajar mengalah.
Ia tumbuh dengan keyakinan bahwa menjadi kuat adalah kewajiban, patuh adalah bentuk bakti, dan diam adalah cara paling aman untuk bertahan.
Mengerti "tanpa" pernah dimengerti merupakan adalah kisah tentang seseorang anak yang jarang menuntut, jarang meminta, dan hampir tidak pernah mengeluh-sampai suatu hari ia bertanya pada dirinya sendiri: apakah mengerti terus-menerus membuatnya baik-baik saja?
Tutti i diritti riservati