luka si bungsu

luka si bungsu

  • WpView
    Bacaan 17,614
  • WpVote
    Undian 1,478
  • WpPart
    Bahagian 35
WpMetadataReadSedang Ditulis
WpMetadataNoticeTerakhir diterbitkan Jum, Mei 1, 2026
ini cerita baru aku nyaaa jadi disini aku buat kaya cerita ini tuh harmonis dan bahagia,tapi bahagia itu seketika lenyap ntah kemana,Pipin sebagai bungsu justru malah semakin dunia tidak berpihak kepada nya sang ibu telah mengandung anak ke 4,tapi tak lama 3 bulan usia kandungan itu,gugur karna kesalahpahaman yang di buat Pipin hendak menemani sang ibu untuk berbelanja bulanan tapi satu kejadian yang membuat Abang dan kakak nya berubah,dulu dia sangat di sayang bahkan jika ada yang terluka sedikit pun,mereka tidak rela sang adik kenapa kenapa tapi setelah kecelakaan menimpa sang ibu dan ke guguran itu jadi lebih di biarkan bahkan ketika Pipin pulang larut malam akan di marahi sampai di kurung di kamar mandi semalam penuh udah ah lanjut aja ke cerita nya,disini ga jelas cerita yaaaa
Hak Cipta Terpelihara
#400
gwsm
WpChevronRight
Jom sertai komuniti bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang diperibadikan, simpan cerita kegemaran anda ke dalam Pustaka anda, serta beri komen dan undi untuk mengembangkan komuniti anda.
Illustration

You may also like

  • "Beneath Her Forbidden Touch"[END]
  • Chana's Transmigrasi
  • REGAN's Crazy Wife
  • Drama di Pintu Kosan
  • Change The Plot (Niel)
  • karakter kecil ini mengasuh keluarga iblis?! {S2}
  • Mission
  • BACKSTREET

Elara Vionette tidak pernah mempertanyakan pekerjaan ibunya. Baginya, Livia Asteria hanyalah seorang pelayan yang pulang setiap malam dengan tubuh lelah dan senyum lembut. Sampai suatu hari, ibunya jatuh sakit. Dan Elara diminta menggantikannya. Rumah itu besar. Terlalu besar untuk menyimpan rahasia sekecil apa pun. Pernikahan sang nyonya dan suaminya hanyalah kontrak tanpa cinta. Lorong-lorongnya dipenuhi keheningan. Dan di balik pintu hitam dengan gagang emas itu... ada sesuatu yang tak pernah Elara bayangkan. Valeria Devianne tidak pernah tertarik pada siapa pun. Dingin. Tinggi. Elegan. Tak tersentuh. Sampai ia melihat putri pelayannya. Apa yang awalnya hanya rasa ingin tahu... berubah menjadi sesuatu yang lebih dalam. Lebih gelap. Lebih berbahaya. Karena beberapa rasa lapar tidak pernah benar-benar hilang. Mereka hanya menunggu untuk diwariskan. Dan Elara tidak tahu... bahwa malam pertama ia mengetuk pintu itu, ia sedang melangkah masuk ke dalam kelaparan yang bukan miliknya.

Maklumat lanjut
WpActionLinkGaris Panduan Isi