Panah Sang Arjuna [END]

Panah Sang Arjuna [END]

  • WpView
    Lecturas 20,519
  • WpVote
    Votos 1,223
  • WpPart
    Partes 44
WpMetadataReadContenido adultoConcluida sáb, may 16, 2026
WpInfo
Ficción
Romance
Slice of Life
Primer Amor
Slow Burn
"Dek, aku tresna karo sampeyan." "Tapi, Mas.. kita ini sepupu." Jatuh cinta pada umumnya itu hal yang mudah. Tapi, mencintai sepupu sendiri yang sedang berada di ambang perceraian? Itu kekacauan. *** Setelah sekian lama tak mudik, perjalanan bersama sang ibu kali ini membawa harapan besar bagi Latisha untuk menemukan fenomena menarik yang bisa dituangkan ke dalam esai rencana studi S2-nya. Namun, kepulangan itu justru menghadapkannya kembali pada sosok Damar-sepupu yang diam-diam masih tinggal di sudut hatinya, yang kini terjebak dalam ambang kehancuran rumah tangga. Di balik dinding rumah yang penuh rumor dan luka, perhatian-perhatian kecil yang tercipta di antara mereka justru perlahan menghidupkan kembali rasa lama yang dulu sempat mereka abaikan. Ketika perasaan itu tumbuh di tempat yang seharusnya tetap memiliki batas, akankah mereka mengubur rasa itu dalam-dalam, atau justru nekat menantang tabu keluarga? [Forbidden Love / Slow-burn Romance / Drama Keluarga]
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Mulih (END)
  • PRAJA: The Otority
  • TRUST (Ketika Dua Ragu Saling Ketergantungan)
  • MELATHI
  • Manunggal (21+)
  • PEGAT (✔)
  • It's Gotta Be You (END)
  • Som de Nós
  • Simfoni Jiwa
  • Troubling Reflections

GPH Giandra Abisatya Soetjipto, penerus adipati Danadyaksa, tahu bahwa jalan hidupnya sudah ditentukan jauh sebelum ia sempat memilih. Yang tidak ada dalam ekspektasi Gian adalah bertemu dengan Aurea Danika, seorang Senior Consultant dari Jakarta yang sedang rekreasi bersama teman-teman kantornya ke Pura Danadyaksa dan tiba-tiba masuk ke perpustakaan milik pura yang seharusnya tidak terbuka untuk umum. "Dan aku dengan enaknya manggil kamu Gian gitu aja? Aku bakal kena hukum adat kah, Gi? Eh, Gusti?" "Santai aja, Re. Temen-temenku juga udah tau aku siapa tapi masih manggilnya Gian, kadang Bro, kadang Nyet, kadang-serius, Re. Aman aja. Masyarakat Solo aja juga kadang manggilnya Mas, kok. Gapapa, ini bukan zaman kerajaan dulu." Dari perpustakaan tua ke Pasar Gede, dari malam-malam di ruang kerja hingga sarapan bersama keluarga yang tidak pernah mereka rencanakan, Rea dan Gian menemukan sesuatu yang tidak mereka cari. Tapi di balik tembok Pura Danadyaksa, ada kepentingan yang lebih besar dari perasaan dan harga yang harus dibayar untuk setiap pilihan yang dibuat. Mulih : Pulang, kembali ke rumah (Illustrations of Rea and Gian were drawn by @hi.buttery on Instagram)

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido