META
  • WpView
    Reads 4
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Feb 18, 2026
Namaku Meta. Kata orang, namaku terdengar seperti sesuatu yang besar, dalam, dan penuh makna. Tapi aku hanya seorang gadis biasa yang sedang belajar menerima dirinya sendiri. 🍂🍂 Meta tumbuh dengan luka yang tak selalu terlihat-senyum yang dipaksakan, tangis yang disembunyikan, dan rindu yang tak pernah benar-benar pulang. Di balik sikap tenangnya, ada hati yang rapuh dan mimpi-mimpi yang hampir padam. Ini bukan hanya tentang cinta. Ini tentang kehilangan, tentang keluarga yang retak, tentang persahabatan yang diuji, dan tentang seorang perempuan yang berusaha berdamai dengan masa lalunya. Karena terkadang, menjadi "Meta" berarti belajar bahwa kita bukan sekadar cerita sampingan dalam hidup orang lain- kita adalah tokoh utama dalam kisah kita sendiri. Dan mungkin, di antara luka dan air mata, Meta akan menemukan satu hal yang selama ini ia cari: dirinya sendiri.
All Rights Reserved
#463
selfhealing
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • Transmigrasi Ziora
  • I'm Not Just a Figuran
  • Tsundere Maniak Susu
  • The Time
  • GHAIKA (REVISI)
  • Blueprint Pelarian Villain
  • EVANESCENT
  • The Story Of Janeta 2
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

More details
WpActionLinkContent Guidelines