Do Not Fear, My Empress

Do Not Fear, My Empress

  • WpView
    Reads 67,749
  • WpVote
    Votes 5,024
  • WpPart
    Parts 34
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jun 11, 2026
Arselyn tidak pernah menyangka bahwa begadang demi sebuah novel akan mengubah hidupnya. Setelah menutup halaman terakhir The Tyrant's Throne dengan kesal, ia tertidur hanya untuk terbangun di dalam dunia yang sama persis dengan novel itu. Namun ada satu masalah. Alurnya berubah. Dalam cerita asli, tunangan Kaisar Kaelion Arcthyr Caelthyr adalah Elara Aethera kakaknya. Tetapi kini, karena sebuah skandal yang tak pernah ia baca sebelumnya, Arselyn lah yang harus menggantikan posisi itu. Tiga hari sebelum pertunangan. Tiga hari sebelum ia berdiri di sisi pria yang dijuluki monster dingin Kekaisaran Caelthyr. Ia tahu bagaimana kisah itu seharusnya berakhir Kaisar memilih takhta, meninggalkan tunangannya, dan berdiri sendirian di singgasana. Namun bagaimana jika Kaisar yang ia temui tidak sepenuhnya sama dengan yang ada di halaman buku? Dan bagaimana jika... dirinya bukan lagi sekadar karakter tambahan dalam cerita itu? Di bawah langit Caelthyr, takdir tidak selalu mengikuti tulisan. Kadang, takdir memilih untuk ditulis ulang. ...... Noted: Bukan Novel terjemahan, karangan asli dari penulis!!
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ibu Tiri Menolak Mati di Kehidupan ke-7
  • LADY AINSLEY
  • The Poison of Love
  • Destiny sickening
  • Dominant Male Lead
  • Doctor Duchess: Don't Die Yet, My Duke!
  • Lady Seraphine's Second Life Begins
  • The Duke's Daughter "Seraphine de Nocteviel"
  • Beyond the Golden Coins
  • The Grand Duke's Soulmate

Enam kali mati dibunuh tepat di usia 22 tahun. Di kehidupan ketujuh, Ravenna menolak menjadi mangsa. Sebagai seorang mantan pendidik, Ravenna tahu cara terbaik menghukum orang bodoh bukanlah dengan air mata, melainkan dengan merampas apa yang paling mereka hargai. Maka, ia membatalkan pertunangannya dengan Putra Mahkota secara elegan, mengosongkan brankas ayahnya, dan menyerahkan diri kepada pria paling berbahaya di benua itu-Grand Duke Alaric von Blackwood, sang Monster Utara. Tawarannya sangat sederhana: "Jadikan aku istri kontrak selama lima tahun. Aku akan mendidik dua anakmu dan menjadi perisai politik dari hukum Istana. Setelah anak-anakmu aman, ceraikan aku dengan pesangon emas." Bagi Ravenna, ini hanyalah transaksi bisnis. Ia hanya ingin selamat dari maut dan pensiun dengan tenang. Namun, logika dan rencananya gagal meramalkan satu hal... Dua anak tiri yang konon 'monster' itu kini menangis memeluk kakinya, enggan dilepaskan. Sementara sang Grand Duke yang terkenal berhati beku? Pria itu menatap Ravenna dengan sorot posesif yang menggelapkan akal sehat. "Kau yang memulai permainan ini, Istriku. Jangan harap aku akan melepaskan apa yang sudah menjadi milikku."

More details
WpActionLinkContent Guidelines