The Horizontal Path

The Horizontal Path

  • WpView
    Reads 42
  • WpVote
    Votes 21
  • WpPart
    Parts 24
WpMetadataReadComplete Mon, Feb 16, 2026
"Jakarta has thousands of lights, but none of them can illuminate the dark side inside my head." Chelsea Celia adalah pusat semesta di setiap lantai dansa Jakarta Selatan. Baginya, alkohol mahal dan dentuman musik adalah satu-satunya cara untuk meredam sunyi yang ditinggalkan orang tuanya. Dia punya segalanya, kecuali alasan untuk tetap tinggal. Namun, pelariannya kali ini membawanya terlalu jauh. Antara gedung pencakar langit yang angkuh dan rahasia yang ia temukan di kota tetangga, Chelsea dipaksa memilih: Terus menari mengikuti irama yang menghancurkannya, atau berhenti dan menghadapi kenyataan yang selama ini ia hindari. "Because sometimes, the home we need most is the place we most want to leave." "A heartbreakingly beautiful story about trauma, fake lights, and finding the family we actually deserve."
All Rights Reserved
#715
comingofage
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • After the Fall
  • Tsundere Maniak Susu
  • MUKTI AGUNG
  • Bodyguard Salah Alur
  • TUNANGAN ANTAGONIST GILA
  • Sialan, Ko Jadi Gini?! [END]
  • Halo Gus!!
  • The Lost Cael (Selesai)
  • ENVELOVE
  • PERIHELION

Zein Alastair Lucien Ashton. Ketika dia masih kecil dan masih belum mengerti apa-apa, seluruh anggota keluarganya pergi meninggalkan dia untuk membawa kakak keduanya yang saat itu sakit parah berobat ke luar negeri dan dia ditinggalkan bersama para pekerja di rumah besar keluarga mereka. Zein tumbuh tanpa figure keluarga, hanya dibesarkan oleh para pelayan. Dia anak baik dan ceria meskipun tumbuh tanpa keluarganya. Mereka pulang sekali dalam beberapa tahun dan setiap kepulangan mereka langsung disambut dengan baik oleh Zein, namun mereka berubah... Entah karena tak lagi merasa sayang karena sudah lama tak bersama ataukah karena ada sosok yang lebih butuh daripada Zein. Hingga akhirnya setelah sebelas tahun berlalu, si anak tengah dinyatakan sembuh dari penyakitnya. Mereka memutuskan untuk pulang, mengejutkan Zein dengan kepulangan mereka sambil membawa banyak sekali hadiah untuk si bungsu dan berbagai rencana kegiatan yang akan mereka lakukan. Namun hari itu, saat mereka tiba... Tidak ada sambutan, tidak ada pelukan. Suasana rumah besar itu sepi tanpa kehadiran Zein. Mereka bertanya-tanya, ke mana anak itu pergi? Namun para pelayan hanya mengatakan bahwa sang tuan muda tak pernah pulang dalam waktu beberapa bulan terakhir. Bukan karena dia kabur dari rumah, bukan karena dia pergi untuk kebebasan dalam kenakalannya. Tapi dia pergi karena 'Mentalnya' harus mendapatkan perawatan. Sebuah kejadian di suatu hari yang suram membuat Zein kehilangan kewarasannya hingga semua pelayan memutuskan untuk mengirimnya ke sebuah tempat yang bernama 'Rumah Sakit Jiwa.' Dan lebih dari semua itu, keluarganya tidak mengetahui apa pun selama ini. #1Trauma🥇 #1Mental🥇 #1Keluarga🥇 #1Zein🥇 #1Brothership🥇 #1Bungsu🥇 #1Adik🥇 Ditulis pada Senin, 19 Januari 2026- Dipublikasikan pada Senin, 16 Maret 2026-

More details
WpActionLinkContent Guidelines