We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Don't Let Me Die Again

Don't Let Me Die Again

  • WpView
    Reads 46
  • WpVote
    Votes 16
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadComplete Fri, Apr 17, 2026
WpInfo
Fiction
Fantasy
Dia sudah mati... Lebih banyak dari yang biasa ia ingat... Dan setiap kematian selalu membawanya kembali ke moment yang sama. Hari yang sama. Ketakutan yang sama. Orang orang yang sama... Yang pada akhirnya akan mengkhianatinya. Awalnya dia mengira ini adalah keajaiban kesempatan kedua untuk memperbaiki kesalahan. Namun setelah kematian kesepuluh...kedua puluh...bahkan ratusan kali...dia mulai memahami kebenarannya... Ini bukan anugrah. Ini adalah keajaiban. Seseorang menginginkan dia mati... Seseorang yang sangat dekat dengannya. Setiap kali waktu terulang, bahaya semakin mendekat. Keajaiban berubah dan sang pembunuh semakin hampir menemukan rahasianya, semakin keras dia berusaha bertahan hidup, semakin kuat takdir menyeretnya menuju kematian. Sekarang dia hanya punya satu tujuan. Menghentikan semuanya. Menemukan kebenaran dan bertahan hidup cukup lama... Untuk benar benar hidup sekali saja. Karena kali ini... Dia tidak ingin mati lagi.
Creative Commons (CC) Attribution
#8
romatice
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ibu Tiri Menolak Mati di Kehidupan ke-7
  • A Family of Villains
  • My Villainous Stepmom [END]
  • The Unwritten Lady
  • The Duke's Red String (END)
  • Just let me live, Duke!
  • The Reborn Mama (END)
  • Sin of The Villainess
  • Transmigrasi: The Villain's Stepmother
  • PEPINDHAN: Wadana lan Soca

Enam kali mati dibunuh tepat di usia 22 tahun. Di kehidupan ketujuh, Ravenna menolak menjadi mangsa. Sebagai seorang mantan pendidik, Ravenna tahu cara terbaik menghukum orang bodoh bukanlah dengan air mata, melainkan dengan merampas apa yang paling mereka hargai. Maka, ia membatalkan pertunangannya dengan Putra Mahkota secara elegan, mengosongkan brankas ayahnya, dan menyerahkan diri kepada pria paling berbahaya di benua itu-Grand Duke Alaric von Blackwood, sang Monster Utara. Tawarannya sangat sederhana: "Jadikan aku istri kontrak selama lima tahun. Aku akan mendidik dua anakmu dan menjadi perisai politik dari hukum Istana. Setelah anak-anakmu aman, ceraikan aku dengan pesangon emas." Bagi Ravenna, ini hanyalah transaksi bisnis. Ia hanya ingin selamat dari maut dan pensiun dengan tenang. Namun, logika dan rencananya gagal meramalkan satu hal... Dua anak tiri yang konon 'monster' itu kini menangis memeluk kakinya, enggan dilepaskan. Sementara sang Grand Duke yang terkenal berhati beku? Pria itu menatap Ravenna dengan sorot posesif yang menggelapkan akal sehat. "Kau yang memulai permainan ini, Istriku. Jangan harap aku akan melepaskan apa yang sudah menjadi milikku."

More details
WpActionLinkContent Guidelines